Kapitalisme Merusak Fitrah Ibu

 


Oleh : Suci Nurani


Gunung kidul- Seorang ibu di gunung kidul di bekuk polisi setelah membunuh dan membuang bayinya, peristiwa ini terjadi pada 4 agustus 2023.


Kapolres Gunung kidul, AKBP Edy Bagus Sumantri, menyatakan pada 4 Agustus sekitar pukul 11.30 WIB warga mengakui melihat sebuah bungkusan plastik berbau busuk disebuah bengkel motor di Padupuhan Tambak Rejo kelurahan Sumanu, kapanewon semanu, saat dibuka ternyata isinya bayi laki - laki yang sudah tidak bernyawa.


"Telah ditemukan bungkusan kantong plastik kresek yang mengeluarkan bau busuk menyengat dan setelah di lakukan pemeriksaan ternyata bungkusan tersebut berisi seorang bayi berjenis kelamin laki - laki yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa" ujar Edy saat jumpa pers di Mapolres Gunung Kidul, Selasa (7/11/2023). 


Naluri seorang ibu yang selalu menginginkan yang terbaik buat anaknya berbanding terbalik dengan seorang ibu yang ada di Gunung Kidul, dia tidak menginginkan bayinya lahir ke dunia dan tega membunuhnya karena beban ekonomi dan tingginya beban hidup ditambah kurangnya keimanan, tidak berfungsinya keluarga sehingga ibu terbebani pemenuhan ekonomi, lemahnya kepedulian masyarakat dan tidak adanya jaminan kesejahteraan negara sehingga tingginya beban hidup telah mematikan fitrah keibuannya yang seharusnya ibu melindungi, menyayangi anaknya, ini tega menghilangkan nyawanya.


Sebagai agama yang diturunkan dari pencipta manusia, Islam punya segala macam solusi kehidupan dari bangun tidur sampai bangun negara semua ada caranya tak terkecuali masalah yang dihadapi manusia.


Allah menganugerahkan akal pada manusia berikut fungsinya yaitu untuk berpikir membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, dan mencari solusi sebuah masalah, ketika manusia dihadapkan pada masalah ada dua pilihan yaitu jalan maksiat atau taqwa, dua jalan ini akan hadir pada setiap persoalan.


Membunuh adalah dosa besar. Allah swt berfirman yang artinya "dan janganlah kamu membunuh anak - anakmu karena takut kemiskinan, kamilah yang akan memberi rezeki kepada (anak- anak) mereka dan juga kepadamu sesungguhnya membunuh mereka adalah satu dosa yang besar " (QS al-isra-31). 


Tak mungkin ada asap kalau tidak ada api kasus seperti ini pasti ada penyebabnya. Peliknya hidup di sistem yang bukan sistem islam memang sangat menyiksa dan menyengsarakan rakyat semua serba mahal dan untuk memenuhi kebutuhan kita harus berusaha banting tulang perempuan jadi ikut andil dalam memenuhi kebutuhan hidup yang seharusnya seorang ibu tugasnya di rumah, karena sistem yang memaksa kaum ibu untuk bekerja di luar rumah.


Kapitalisme penyebab dari kesenjangan sosial, dimana yang kaya makin kaya karena perputaran uang di wilayah itu-itu saja, yang miskin makin miskin. Sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, kepemilikan umum yang seharusnya dikelola oleh negara dan hasilnya di bagikan kepada rakyat malah dimiliki oleh segelintir orang. Hal ini membuat rakyat tidak terpenuhi kebutuhan pokoknya karena haknya dikuasai pihak lain.


Makin terasa susahnya hidup di sistem yang bukan sistem islam jika di ilustrasikan keadaan umat islam saat ini bagai anak ayam yang kehilangan induknya tidak ada penolong/pelindung sepertinya hukum rimba yang berlaku, dimana yang kuat bisa bertahan dan sebaliknya yang lemah ditindas sungguh sangat ironis keadaan umat sekarang.


Umat seharusnya berkaca pada masa para sahabat Rasulullah SAW yang menerapkan al-qur'an dan hadits dalam kehidupan. Sehingga mereka mendapatkan kesejahteraan yang merata tanpa pandang suku, ras, bahkan agama, yang non muslim juga merasakan hidup sejahtera di bawah kepemimpinan islam, yang sudah terbukti selama 14 abad lamanya kepemimpinan islam memberikan perlindungan kepada umat cahaya keadilan menyinari seluruh alam semesta dan itulah yang dikatakan "Rahmatan lil'alamiin".


Lantas masih ada harapan di sistem yang sekarang ini ? Mari kita berusaha untuk tegaknya kembali sistem islam dimuka bumi ini.


Sistem yang akan memberi jaminan kepada umat untuk hidup sejahtera tanpa ada lagi seorang ibu yang takut tidak bisa mengurus atau membiayai anaknya karena negara yang akan bertanggung jawab untuk kelangsungan hidupnya. Maka dari itu mari kita berusaha untuk melanjutkan kehidupan islam dibawah naungan khilafah islamiyah.


Wallahu'alam bish showab

Post a Comment

Previous Post Next Post