Pergaulan Remaja Kebablasan, Praktek Aborsi Tak Sungkan


Oleh: Ummu Khansa Syaqila 

(Aktivis Muslimah)


Tindak aborsi kian marak dan meresahkan di tengah masyarakat. Aborsi adalah tindakan pengguguran atau pembunuhan pada calon bayi dalam kandungan sebab berasal dari kehamilan yang tidak diinginkan atau kehamilan tanpa status pernikahan.


Ironisnya tindakan aborsi ini selain banyak dilakukan secara individu, juga melibatkan bantuan oknum kesehatan secara ilegal atau yang tidak memiliki latar belakang kesehatan sama sekali, melalui klinik-klinik. Klinik aborsi pun tak sungkan memajang iklan di internet dengan terang-terangan. 


Aborsi adalah dampak dari bobroknya sistem pergaulan sekuler yang memuja kebebasan, tanpa batasan, hingga menjadikan generasi muda kebablasan, terjun pada free sex, serta menabrak larangan dan keharaman.


Banyaknya pornografi dan pornoaksi baik di tayangan televisi, sosial media, bahkan dalam lingkungan sehari-hari serta tren pakaian minimalis sebagai refleksi kebebasan menjadi pemicu dorongan gharizah nau’ atau ketertarikan pada lawan jenis yang harus disalurkan. Namun akibat dipisahkan aturan agama dari kehidupan membuat penyaluran gharizah tadi melalui cara yang salah yaitu dengan berzina. Kebebasan dalam berperilaku dan bergaul hingga berujung perzinahan bahkan kehamilan pada akhirnya lumrah terjadi. Aborsi pun menjadi solusi ketidaksiapan mental dan ekonomi untuk menjadi orang tua.


Kurang tegasnya sanksi terhadap pelaku aborsi atau pembuangan bayi, menjadi penyebab berulangnya kasus ini. Kondisi ini menjadi bukti bahwa negara tak mampu menjaga kelestarian dan kehormatan. 


Di dalam Islam, Aborsi hukumnya haram. Islam tidak memfasilitasi tindakan aborsi, terutama bagi wanita yang belum menikah, atau pasangan sah, walaupun dengan alasan belum adanya kesiapan dalam bidang ekonomi, karena rezeki anak dan orang tuanya sudah diatur oleh Alloh SWT. Dalam Islam, tindakan aborsi hanya diperbolehkan jika dalam kondisi darurat, yakni kondisi medis yang berakibat hilangnya nyawa ibu sekaligus anak, maka tindakan aborsi bisa dilakukan untuk menyelamatkan nyawa ibu.


Dalam Islam, negara bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakatnya. Negara akan menyediakan sebanyak banyaknya lapangan kerja, dan memberikan bantuan modal berupa lahan atau uang untuk masyarakat yang ingin membuka usaha, sehingga tidak ada masyarakat dengan status pengangguran. Maka tidak terbersit keinginan sedikit pun untuk aborsi dikarenakan masalah ekonomi.


Dalam Islam, Kehidupan pergaulan masyarakat terpisah antara laki-laki dan perempuan, kecuali dalam hal kesehatan, jual beli (pasar), pendidikan, dan juga ibadah (shalat dan haji). Negara juga melarang menampakkan aurat laki-laki dan perempuan pada yang bukan mahramnya. Adanya larangan ikhtilat dan khalwat juga meminimalisir terjadinya perzinahan.


Islam juga sangat menghargai nyawa manusia. Tidak boleh membunuh atau menghilangkan nyawa seseorang tanpa adanya alasan syar’i. Islam juga memberikan sanksi tegas untuk pelaku pembunuhan yaitu hukum qisas (hukuman mati). Islam memberikan hukum jilid/cambuk bagi pelaku perzinahan yang belum menikah serta hukuman rajam hingga mati bagi pezinah yang sudah menikah. Hukuman inj dilaksanakan di tempat terbuka dan disaksikan masyarakat. Sanksi ini tentu selain menjadi efek jera, juga menjadi penebusan dosa bagi sang pelaku.


Negara Islam juga menyediakan fasilitas pendidikan yang berbasis Islami, yang bertujuan mengokohkan pondasi akidah sehingga menciptakan keimanan yang kokoh pula. Negara juga menerapkan syariat Islam secara menyeluruh sehingga seluruh aspek kehidupan masyarakat dan negara diatur oleh syariat yang berasal dari Alloh SWT dan akan menjadikan negara aman, tentram dan damai hingga ke seluruh lapisan masyarakat. Wallahu’alam bishawab.

Post a Comment

Previous Post Next Post