IBU, PILAR PENGOKOH GENERASI

 


Oleh: Yeyet Mulyati


Ibu adalah sosok perempuan yang sangat berperan dalam kehidupan ini, ibu merupakan salah satu dari sekian pahlawan tanpa tanda jasa, ibu merupakan orang tua, guru sekaligus sahabat bagi anak-anaknya, contoh langsung dalam kehidupan bagi anak-anaknya, bahkan tak jarang ibu pun akan menjadi tempat curhat bagi anak'anak mereka. Karena seorang ibu selalu menguatkan dan memberikan motivasi jika anaknya dalam kondisi sedih, sungguh sangat penting arti dan kehadiran seorang ibu bagi keluarga. Dari tangan seorang ibu akan lahir generasi yang sehat kuat dan cerdas, serta dari ibu pula lah anak-anak akan mengenal Allah SWT. sebagai pencipta dan pengatur kehidupan ini. Itulah sejatinya tugas seorang ibu, untuk mencetak generasi yang cerdas serta bertakwa, karena anak adalah generasi penerus kehidupan ini.


Karenanya untuk mengapresiasi jasa dari para ibu, maka setiap tahunnya diperingati hari ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember. Dan peringatan tahunan ini sudah ada sejak 1928 dengan mengusung tema yang berbeda-beda. Kementerian Pemberdayaan Perempuan (Kem enPPPA) telah merilis tema hari ibu untuk tahun ini, yaitu "Perempuan Berdaya Indonesia Maju". Selain tema yang dirilis KemenPPPA banyak juga tema-tema lain yang digunakan untuk memperingati hari ibu, seperti: Superwoman di hidupku, Minggu sehat ibu, dan lain sebagainya. Kegiatan tersebut meliputi kegiatan seni dan kerajinan bersama ibu dan anak, pameran seni, pembuatan kartu ucapan yang dibuat anak-anak untuk diberikan kepada para ibu sebagai bentuk tanda terimakasih dari anak-anak mereka. (cnnindonesia.com/17/12/2023)


Sungguh luar biasa perjuangan seorang ibu dalam mengurusi keluarganya, serta menjaga tumbuh kembang anaknya. Dimulai dari dalam kandungan, melahirkan menyusui, dan mengajarkan banyak hal untuk mengarungi kehidupan ini. Seorang anak takkan pernah bisa membalas jasa dari seorang ibu.Tetapi tidaklah cukup hanya dengan memperingati hari ibu setiap tahunnya. Mengingat begitu besarnya jasa seorang ibu, apalagi di sistem kapitalis sekuler ini, peran ibu bukan hanya mengurusi urusan rumah tangga dan anak saja, tapi juga harus keluar rumah untuk mencari uang demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan juga keluarganya. Sebab penghasilan suami tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok akibat dari harga yang mahal, pendidikan mahal, dan kesehatan pun mahal. Belum lagi ditambah dengan berbagai macam pajak yang mencekik rakyatnya.


Akibatnya peran utama ibu tergerus, dan tak lagi jadi madrasatun ula. Bahkan lebih parahnya lagi, dapat merusak generasi penerus bangsa sebab kewajibannya tak tertunaikan. Sehingga anak-anak hilang arah dan mengadopsi kebebasan seperti seks bebas, narkoba, tawuran, dan lain sebagainya. Kondisi ini juga terjadi karena peran negara yang lepas tangan untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan serta jaminan kesejahteraan perempuan, hingga membiarkan perempuan terjebak dalam pusaran ekonomi kapitalistik.


Oleh sebab itu, perlu ada revitalisasi peran ibu sebagai pendidik yang akan melahirkan generasi sesuai perintah Allah SWT. dengan mewujudkan generasi yang berkepribadian mulia. Lalu mengembalikan fitrah juga peran ibu yang hakiki dengan cara menerapkan aturan Islam secara kaffah, di bawah institusi Khilafah Islam. Dalam Islam, seorang ibu mempunyai tugas yang mulia yaitu menjadi madrasah (sekolah) pertama bagi anak-anaknya, agar bisa membentuk visi hidup dan pedoman hidup anak dengan mengarahkannya kepada Islam.


Sebagaimana hadits Rasulullah SAW:

"Setiap anak dilahirkan di atas fitrah (suci), kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi atau Nasrani." (HR. Bukhari Muslim)


Karenanya, islam mewajibkan perempuan menjalankan perannya sebagai seorang ibu dengan sebaik-baiknya Karena tugas utama perempuan adalah sebagai ummun warabbatul Bayt yaitu ibu dan pengatur rumah tangga. Begitulah Islam memposisikan perempuan dengan tugas-tugasnya yang mulia.


Wallahu 'alam bishawab

Post a Comment

Previous Post Next Post