Anti Korupsi Hanya Ilusi



 Oleh : Rheiva Putri R. Sanusi (Muslimah Peduli Umat)


Korupsi merupakan borok negeri yang sudah menjadi pemberitaan sehari-hari diberbagai media. Permasalahan ini tak kunjung usai meskipun memiliki badan khusus yang mengurusi terkait masalah ini. Dikutip dari media Kompas.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menghadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang akan digelar 12-13 Desember. Dirangkum dari laman KPK, tahun ini Hakordia mengusung tema “Sinergi Berantas Korupsi, Untuk Indonesia Maju”. KPK ingin mengikutsertakan peran masyarakat untuk berpartisipasi., untuk meningkatkan kesadaran dalam memberantas korupsi yang ada, khususnya di Indonesia.


 

Namun sejatinya peringatan ini tak menjadi solusi bagi permasalahan korupsi yang terjadi saat ini. Serta penghapusan korupsi dalam sistem kapitalis merupakan hal yang mustahil, karena sistem saat ini yaitu demokrasi meniscayakan adanya praktek korupsi megingat adanya politik transaksional berbiaya tinggi. Hal ini didasari pada sistem yang mendukung kekuasaan untuk kepentingan materi dan pribadi sehingga mempermudah para oknum untuk melakukan korupsi.



Adanya hari anti korupsi, pergantian pegawai pemerintah, dan keikutsertaan peran masyarakar dalam meningkatkan kesadaran memberantas korupsi bukanlah merupakan solusi tuntas. Sebab korupsi akan terus berjalan selama sistem kapitalisme ini diterapkan, hal ini dikarenakan orientasi para penguasa akan terus mengenai materi bukan kemashlahatan umat.

 


Satu-satunya sistem yang mampu mengatur pemerintahan agar jauh dari permasalahan korupsi hanyalah Islam. Yang mana Islam memiliki mekanisme jelas dalam memberanttas korupsi bahkan hingga aspek pencegahannya. Islam akan mengatur sedemikian rupa terkait bagaimana sistem pemerintahan bagaimana sistem ekonomi hingga keimanan seorang pemimpin agar ia terhindar dari praktik korupsi.

Post a Comment

Previous Post Next Post