Pemilu dan Kekuasaan dalam Demokrasi

 


Oleh Juwita

Ibu Rumah Tangga dan Aktivis Muslimah



Pilpres makin dekat. Suasana politik makin terasa hangat, bahkan cenderung mulai panas. Terutama dikalangan para pendukung masing-masing capres cawapres. Para capres dan cawapres makin intens tebar pesona. Masing-masing berupaya maksimal memoles citra. Sebagian mulai tampak amat dermawan. Diantaranya dengan uang recehan dan beras lima kilogram. Semua tentu demi meraih simpati dan dukungan. Terutama dari rakyat yang kebanyakan awam. Masing-masing capres cawapres tentu amat berhasiat menjadi pemenang. Dan berambisi jadi penguasa, dengan berbagai cara kadang tak lagi peduli dengan cara-cara terpuji atau tercela.


Jauh-jauh hari Rasulullah saw. telah mengingatkan umatnya agar berhati-hati terhadap ambisi berkuasa ini. Beliau bersabda, "Sungguh kalian akan berambisi terhadap kekuasaan sementara kekuasaan itu berpotensi menjadi penyesalan dan kerugian pada hari kiamat." 


Berkaitan dengan hadis di atas Ibnu Rajab antara lain menjelaskan "Sabda nabi saw. ini mengisyaratkan bahwa tidak selamat agama seseorang jika dia tamak terhadap harta dan kedudukan dunia...." kekuasaan hakikatnya adalah amanah bisa menjadi beban pemangkunya di dunia sekaligus bisa mendatangkan siksa bagi dirinya diakhirat.


"Kepemimpinan itu awalnya bisa mendatangkan cacian kedua bisa berubah menjadi penyesalan ketiga bisa mengundang azab dari Allah pada hari kiamat kecuali orang yang memimpin dengan kasih sayang dan adil." ( HR. Ath-thabrani )


Rasulullah mengingatkan dalam hadis di atas bahwa hanya pemimpin yang punya sifat kasih sayang ditunjukan dengan upayanya untuk selalu memudahkan utusan rakyat, menggembirakan mereka dan tidak menakut-nakuti mereka dengan kekuatan aparat dan hukum. Dan sikap adil pemimpin ditunjukan dengan kesungguhannya menegakan syariah Islam di tengah umat, sebabnya tidak ada keadilan tanpa penerapan dan penegakan syariah Islam. Dia akan berpotensi menjadi penguasa yang zalim dan fasik.


Dengan demikian kekuasaan harus di orientasikan untuk melayani Islam dan kaum muslim. Hal ini hanya akan terwujud jika kekuasaan itu menerapkan Islam secara kaffah yakni khilafah Islam, bukan dalam wujud sistem pemerintahan yang anti syariah. Khilafah Islam akan mengatur utusan kaum muslim dan seluruh warga negara seperti menjamin kebutuhan hidup mereka, menyelenggarakan pendidikan yang terbaik. Dan terjangkau, menyediakan fasilitas kesehatan yang layak. Dan cuma-cuma untuk semua warga tanpa memandang kelas ekonomi. 


Karena itu kepada seluruh kaum muslim sudah saatnya anda memilih penguasa yang mau melegakan syariah Islam secara kaffah dalam semua aspek kehidupan. Yakinlah, hanya dengan tegaknya syariah Islam kaffah, perubahan yang diinginkan akan benar sesuai harapan, sekaligus mendapatkan rida Allah.


Wallahualam bissawab

Post a Comment

Previous Post Next Post