Korupsi Makin Parah Dikalangan Penjahat Berdasi, Ambil Solusi Hakiki


Oleh: Fiani, S.Pd 
(Pegiat Literasi Konawe Selatan)


Lagi dan lagi, mendengar berita korupsi tidak lagi membuat kita heran tapi membuat sesak nafas karena sistem hari ini yang memperburuk keadaan. Why not? Korupsi di setiap hari selalu meningkat dikalangan penjahat yang berdasi dengan berbagai motif kasus dilakukan.  Pemerintah terus melakukan upaya untuk memberantas korupsi namun solusi yang diberikan tidak juga menuai hasil. Haruskah dengan menganti pemimpin? Tentu tidak juga, sebab negara ini selalu ada pergantian pemimpin setiap periode tapi korupsi justru merajalela. Lalu dimana akar permasalahannya? 


Dikutip laman tribunjateng. com, Mahfud MD menyatakan bahwa 84 persen koruptor yang ditangkap oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK) semua lulusan dari perguruan tinggi, (22/12). Sungguh menyayangkan korupsi terjadi dikalangan penjabat yang memiliki segudang ilmu, tapi ilmu yang diemban di perguruan tinggi tidak menjadikan dirinya menjadi manusia yang lebih baik lagi. Sebab, korupsi merupakan tindakan yang sangat merugikan diri sendiri, masyarakat dan negara. dan menandakan bahwa Pendidikan di negeri ini sedang tidak baik-baik, Pendidikan harusnya menumbuh kembangkan seluruh kemapuan dan memperbaiki pemahaman terhadap tujuan hidupnya, agar bisa memperbaiki perilakunya sesuai dengan pemahaman yang benar, tapi jika pemahamannya tidak benar mengenai tujuan hidupnya maka akan terlihat jelas pada perilakunya. Dan semua harusnya tercantum dalam kurikulum Pendidikan, Pendidikan agama Islam disekolah harusnya lebih kental lagi dan di setiap mata pelajaran dikaitkan dengan ajaran Islam agar akidahnya terbentuk, tapi Pendidikan hari ini hanya bisa mengambil keuntungan dengan ajang berbisnis hingga melahirkan generasi-generasi pecundang dan menjadi pemimpin-pemimpin pecundang pula.


Korupsi terus terjadi dari kalangan bawah sampai kalangan atas, lebih memilukan lagi orang yang memiliki jabatan tinggi justru mengambil hak orang lain, sehingga muncul berbagai kasus dengan beragam, seperti, kasus dugaan suap pengadaan CCTV dan penyedia jasa internet dalam program Bandung Smart City yang dilakukan oleh walikota Bandung Yana Mulyan, kasus menerima suap proyek pembangunan jalur kereta api oleh salah satu pejabat eselon II di Direktorat Jendral (Ditjen) kementrian perhubungan Harno Trimadi, Bupati Kepulauan Meratin Muhammad Adil tersangka dalam kasus pemotongan anggaran, gratifikasi jasa travel umrah, dan suap pemeriksa keuangan, dikutip laman cnbcindonesia. com, dan masih banyak lagi kasus-kasus pejabat lainnya yang terseret kasus korupsi sampai diakhir tahun 2023, bahkan aparat penegak hukum banyak yang terlibat kasus korupsi , lalu apa solusi atas kasus korupsi di negeri ini? Agar tidak ada lagi yang mencurangi rakyat, namun sistem politik versi demokrasi akan memberikan dampak buruk terhadap negeri ini, sebab untuk menduduki kursi kekuasaan tidak semudah membolak balikan tangan dan tidak semulus kain sultra. Uang bisa memuluskan jalan orang-orang yang ingin berkuasa, bisa melakukan apa saja untuk menggapainya dengan cara kotorpun dilakukan. Partai politik menjadikan kendaraan bagi penguasa yang tidak memberikan tumpangan gratis, ada harga yang harus dibayar untuk duduk dikursi kekuasaan. Setelah terpilih jadi pemimpin atau mentri maka harus membayar mahal dengan memberikan kekuasaan ditangan pemilik modal. Hal ini mencerminkan bahwa sektor Pendidikan dan hukum di negeri ini sangat buruk butuh solusi hakiki dengan menerapkan hukum Allah ditengah-tengah umat.


Solusi Hakiki

Korupsi merupakan tindakan kejahatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, sistem demokrasi telah memberikan ruang kepada penjahat berdasi untuk mencurangi rakyat bahkan dilakukan secara berjamah tanpa rasa takut. Hukum pun di negeri ini tidak bisa memberikan hukum jera sesuai syariat Islam kepada pelaku agar tidak terulang lagi, Namun uang bisa meringankan hukuman pelaku dan menyalahkan orang yang tidak bersalah maka wajar korupsi akan selalu subur di negeri Konoha, namun berbeda dengan Islam. Dalam Islam kepemimpinan dan kekuasaan adalah amanan yang harus dipertanggung jawabkan didunia maupun diakhirat. Sebab sistem Islam yang berlandaskan akidah yang benar yakni Islam akan selalu memberikan solusi sebelum dan setelah munculnya malasah datang.


Maka cara Islam dalam membasmi korupsi, Pertama, Idologi Islam: Islam tidak hanya mengatur ibadah spiritual tapi juga mengatur kehidupan manusia dalam hal pemilihan pemimpin dan pejabat negara, pemilihan kepala negara berdasarkan pilihan rakyat yang lepas dari tekanan dari dalam mau luar, suap menyuap untuk memperoleh suara, dan menolak menerima bantuan samar-samar dengan niat mencari perlindungan Ketika terpilih. Kedua, Takwa: dalam pemilihan kepala negara maupun pejabat negara harus memiliki ketakwaan dalam dirinya, agar bisa mengontrol setiap perbuatannya dalam hal kemaksiatan maka amanah yang diberikan kepada pemimpin dan pejabat negara dalam mengurusi rakyatnya akan kokoh dan terlaksana dengan baik sesuai dengan syariat Islam, tentu dengan iman kepada Allah SWT. Rasa tatakunya kepada Sang Pencipta akan selalu menjadi teguran dalam setiap kemaksiatan salah satunya korupsi. Ketiga, Politik ri’ayah: pemimpin dan pejabat negara harus melayani rakyatnya sepenuh hati bukan untuk kepentingan lain yang mencari keuntungan dalam masa jabatannya, maka gaji pemimpin dan pejabat negara harus memenuhi kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Agar mata tidak juling ke hak orang lain. Keempat, pelaku harus diberikan sanksi tegas yang membuatnya jera dengan apa yang dilakukan agar tidak terulang lagi perbuatannya dan menjadi pengingat bagi orang lain untuk melakukan perbuatan melanggar perintah Allah.


Oleh karenanya siapapun yang merindukan negara sejahterah bebas dari korupsi dan maksiat lainnya harus menerimana dengan menegakan Khilafah dalan satu kepimpinan dan menerapkan Islam kaffah diseluruh dunia. Namun semua akan terwujud jikakalau kita semua satu misi dan visi dalam dakwa yakni menrapkan hukum Islam ditengah-tengah umat.


Waullahu’alam Bishowab

Post a Comment

Previous Post Next Post