Karhutla, Dampaknya bagi Rakyat dan Solusi Islam bukan Pencitraan"

by : Eva Yuliana


Setiap tahun bencana kebakaran hutan dan lahan selalu terjadi di Indonesia. Namun ada tahun-tahun tertentu dimana bencana tersebut terjadi sangat mengkhawatirkan. Sedikitnya ada 7 provinsi yang sudah menetapkan status siaga bencana Karhutla. Tujuh provinsi yang masih berstatus siaga bencana Karhutla berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada 13 oktober 2023 tersebut ialah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.


Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi ( Menko Marves ) Erick Thohir menjelaskan Indonesia tak main-main dengan segala hal yang mengancam hutan seperti perubahan iklim, illegal logging, kebakaran hutan dan deforestasi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga kelestarian hutan. Terbukti titik api saat ini telah berkurang secara signifikan hingga 82 persen. Dari 1,6 juta hektar pada 2019 menjadi 296 ribu hektar pada 2020 

Penyebab kebakaran hutan dan lahan 99 persennya adalah karena ulah manusia dan 1 persennya alam . Banyak masyarakat mengira masalah kebakaran hutan dan lahan adalah mengenai kabut asap yang ditimbulkan, namun ada hal yang sangat penting dan menimbulkan dampak luas karena kebakaran hutan dan lahan. Penyebaran hutan yang ada diseluruh bumi tentu bukan tanpa alasan. Fungsi utama dari hutan yang ditumbuhi berbagai jenis tanaman lebat ialah untuk menyerap Karbondioksida yang ditimbulkan oleh manusia, kendaraan bermotor, limbah pabrik maupun sumber-sumber lainnya. Selain itu manfaat hutan bagi keberlangsungan hidup manusia dan lingkungan adalah sebagai Paru-Paru Dunia ( pemasok Oksigen ), menjaga dan mempertahankan kesuburan tanah, sebagai sarana tempat tinggal makhluk hidup, menjadi sumber keaneka ragaman hayati ( sumber makanan, obat-obatan), mencegah terjadinya Bencana Alam( tanah longsor, banjir).

Dan juga Lahan  merupakan bagian daratan permukaan bumi sebagai suatu lingkungan yang baik yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan manusia. Meski Karhutla tidak picu kabut asap lintas batas, rakyat Indonesia tetap merasakan dampak buruknya akan terjadi berulang. 


Islam agama yang diturunkan Allah SWT utk menjaga alam beserta isinya, kerusakan yang ada saat ini karena ulah tangan manusia, seperti yang Allah sebutkan di QS Ar-Rum 41: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

 Maka manusia harus kembali kepada aturan Allah SWT  agar tercurah keberkahan dari langit dan bumi. Syariat Islam hanya akan terwujud dalam bingkai Daulah Khilafah, dan mengatur kehidupan manusia berdasarkan apa yang Allah tetapkan di Al Qur'an. Pengaturan hidup yang sempurna dalam Islam mendatangkan rahmat bagi manusia dan seluruh alam bukan karena Pencitraan.

Post a Comment

Previous Post Next Post