JUDI ONLINE PADA ANAK MAMPUKAH SISTEM KAPITALISME MELINDUNGI GENERASI


OLEH : ANA UMMU ALIF

AKTIVIS ISLAM WILAYAH DELI SERDANG


            JAKARTA,CNBC Indonesia-judi online tidak hanya menjerat orang dewasa, tapi juga anak di bawah umur. Ada  dampak yang mengerikan jika anak-anak sudah terpapar judi online. Apa lagi sampai kecanduan. Hal tersebut di ungkap komisioner KPAI sub klaster, anak korban cybercrime , kawiyan.

             Menurut kawiyan kalangan ahli menyebut bahwa anak bawah umur yang terpapar judi online cenderung tidak mau berhenti.aktivitas fisik mereka juga biasanya menurun.Hal tersebut di sebabkan waktu mereka banyak di habiskan untuk bermain judi online,kata kawiyan kepada CNBC indonesia,kamis (21-9-2023). 

              Selain itu,anak-anak yang terlibat judi online juga boros dan tidak bisa berhemat. Uang yang mereka dapat dari orang tua banyak di pakai untuk judi online,padahal hasil nya spekulatif alias bisa menang bisa kalah. Dan yang lebih berbahaya lagi anak-anak yang terlibat judi online berpotensi menyalahgunakan uang orang tua, bahkan tidak tertutup kemungkinan ia akan berusaha mendapatkan uang dari manapun, termasuk dengan cara-cara yang tidak dibenarkan oleh hukum jelasnya. Lebih jauh lagi, anak-anak yang terjerat judi online bisa mengalami masalah psikologis seperti cemas, setres, dan depresi. Jika ini terjadi, pendidikan mereka disekolah bisa berantakan. Pengamat keamanan cyber dari communication and information system security research center (CISSREC), Pratama Persadha, mengatakan pemerintah mesti menyeriusi persoalan ini karena target judi online bukan lagi orang dewasa, tapi juga generasi muda. Jika dibiarkan, Pratama meyakini masa depan mereka bakal hancur. 

Siapapun pasti mengetahui termasuk penguasa, bahwa judi membawa malapetaka. Sayangnya pemberantasan perjudian terlihat dilakukan setengah hati. Seolah tidak ada akhirnya. Penyebabnya adalah sistem kapitalis yang diterapkan di negeri ini. Kepemimpinan sistem kapitalisme membuat para pemilik modal bisa mengendalikan negara, sehingga negara seolah tidak berkutik. Padahal jika sebuah negara itu berdaulat dan ingin menjaga generasinya, tentu negara tersebut akan mengoptimalkan melakukan penjagaan dan pemberantasan, meski harus mengeluarkan biaya besar. 

Islam yang merupakan sebuah agama sekaligus ideologi dipastikan akan mampu memberantas perjudian baik online maupun offline yang sedang marak di negeri ini. Islam dalam sistem khilafahnya yaitu negara yang menerapkan syari’ah secara kaffah, penjaga bagi umatnya. Keberadaan khilafah akan memastikan keamanan bagi seluruh rakyatnya, dari hal yang membahayakan termasuk judi. Dalam islam selain merusak masyarakat judi juga perbuatan maksiat yang dilarang Allah swt. 

Allah swt berfirman “ Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya khamar, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. “ (T.QS : Al-Maidah : 90)”. 

Dalam ayat ini jelas bahwa khamar yang memabukkan atau perjudian akan mendapat sanksi yang tegas, di dunia dan di akhirat mendapat siksa yang pedih. Judi akan diberantas secara tuntas oleh khalifah, mulai dari pelaku, agen, hingga bandar. Khilfah mudah meringkus para pelaku karena khilafah adalah negara yang berdaulat penuh. Atas negara dan sistem hukumnya khilafah bukan negara yang mudah dibeli dan dikendalikan oleh para pemilik modal sebagai mana negara kapitalisme. Para syurto /polisi akan melakukan patroli, baik offline maupun online untuk memastikan masyarakat bersih dari perjudian scara langsung. Sementara para pakar IT dan polisi cyber terbaik khilafah memantau, meretas, dan memblokir situs judi online dari media sosial. Mereka akan meringkus para pelaku dengan mudah dan akan diadili oleh qodhi hisbah. Pelaku akan mendapat sanksi ta’jir sesuai dengan tingkat kejahata yang mereka lakukan. Sanksi ini akan menimbulkan efek jawabir (penebus dosa dan membuat pelaku jera). Disisi lain khilafah juga akan menjaga anak- anak dengan mengoptimalkan peran keluarga, masyarakat dan sistem pendidikan. Dari keluarga anak-anak harus mendapat pendidikan akidah pertama, pendidikan ini akan membuat anak-anak sedari dini terbiasa dan sadar harus terikat dengan syari’at islam. Sehingga mereka memiliki self control untuk tidak melakukan kemaksiatan. Di sisi lain, masyarakat dalam sistem khilafah adalah masyarakat islam yang senantiasa melakukan amar ma’ruf nahi munkar bukan masyarakat individualis seperti masyarakat kapitalisme. Pihak berwajib pun sigap dan tanggap terhadap laporan warga ketika anak-anak melihat aktivitas seperti ini. 

Maka akan semakin terbentuk dalam benak mereka bahwa perjudian adalah haram, dan sanksi yang diberikan begitu mengerikan, sehingga semakin kuat self control mereka untuk tidak mencoba berjudi. Sementara ketika anak-anak disekolah mereka akan di didik dengan kurikulum pendidikan islam. Sistem pendidikan islam bertujuan mencetak generasi yang memiliki kepribadian islam yakni pola pikir islam dan pola sikap islam. Dan memiliki keahlian menyelesaikan permasalahan kehidupan dengan ilmu, alat dan siap menjadi pemimpin. Pendidikan yang demikian akan mengarahkan anak-anak fokus untuk menyadari bahwa potensi yang mereka miliki harus diberikan untuk memuliakan islam. Sehingga tidak ada waktu untuk berfikir dan mencoba kesenangan yang mengarah pada kemaksiatan seperti judi online. Jadi kunci tuntasnya pemberantasan perjudian baik offline maupun online mengharuskan adanya peran keluarga, masyarakat, dan negara secara optimal. Dan negara tersebut adalah negara islam (khilafah) dan masyarakatnya adalah masyarakat yang islami yang pola pikir dan pola sikap nya islam. Wallahu alam bisawab.

Post a Comment

Previous Post Next Post