Indonesoa Darurat Judi Online pada Anak


Oleh : Dewi Putri, S.Pd


Sangat miris dengan  anak-anak atau generasi saat ini yang sudah  kecanduan judi online. Siapa pun itu mengetahui bahwa judi ini membawa malapetaka bagi siapa pun yang melakukannya baik itu dari anak-anak, remaja hingga orang tua.


Judi online di kalangan anak-anak tidak butuh uang yang banyak. Cukup dengan deposit uang Rp10.000 sudah bisa berjudi. Cara deposit pun makin gampang, bisa dengan dompet elektronik, pulsa, uang elektronik, bahkan QRIS. 


Menurut  Budi Arie selaku Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo RI), sekarang ini Indonesia sedang dilanda darurat judi online. Sudah semakin  banyak korban termasuk anak-anak dan remaja yang menjadi korban judi online. (edukasi.okezone.com, 28/11/2023).


Kondisi ini sangat miris dan memprihatinkan. Bagaimana jadinya ketika generasi saat ini dan ke depannya? Dari segi akal pikiran dan perilaku mereka rusak karena sudah terpapar oleh judi online. Dampaknya pun sangat besar karena judi ini sangat membahayakan generasi dan menghancurkan bangsa dan negara.


Maraknya judi online di kalangan anak-anak disebabkan oleh banyak hal. Diantaranya adalah kurangnya perhatian dan peran orang tua dalam mendidik. Tidak ada pengontrolan dari masyarakat  dan abainya negara dalam mengurus dan bertanggung jawab terhadap generasi hari ini. Padahal judi online sangat berbahaya, karena ketika anak sudah kecanduan judi online, maka banyak perilaku-perilaku buruk semisalnya boros uang, emosi meledak serta sensitif dan tidak memiliki semangat hidup, tidak fokus belajar, stress, depresi dan sampai berbuat kriminal dan yang paling fatal adalah banyak yang melakukan aksi bunuh diri.


Demikian juga ketika tidak adanya pengontrolan lingkungan atau pun masyarakat. Masyarakat dalam sistem kapitalisme hari ini terbentuk dengan sifat individualistis karena  tidak adanya rasa peduli dan kurangnya aktivitas mencegah kerusakan dan menyerukan kebaikan. 


Ketika judi online sudah menyasar kepada anak-anak, maka ini adalah tamparan yang sangat keras kepada negara dalam melakukan fungsinya sebagai pelindung generasi serta bertanggung jawab terhadap generasi. Akan tetapi karena sistem yang digunakan ini adalah sistem kapitalisme yang semuanya adalah asas manfaat maka pemberantasan pun tidak akan mampu menyelesaikan persoalan. 

Akibatnya, pemberantasan judi ini terlihat dilakukan dan ditangani dengan cara setengah hati atau secara tidak tuntas. Hal ini terjadi karena penerapan sistem kapitalisme yang berlandaskan sekulerisme, memisahkan agama dari kehidupan.


Beginilah potret buruk ketika diterapkan sistem kehidupan kapitalisme. Bertolak belakang dengan sistem Islam. Terlebih, sudah banyak bukti bahwa sistem dan peradaban islam telah sukses mencetak generasi dengan segudang prestasi dunia dan akhirat dan generasi yang gemilang karena Islam telah berhasil mendidik generasi yang qurani bukan generasi pecandu game atau judi online. 


Sistem islam akan menerapkan sistem pendidikan yang berbasis akidah Islam baik di lingkungan keluarga, masyarakat, pendidikan hingga negara. 


Di dalam aspek keluarga, orang tua di sini yang berperan untuk mendidik anaknya menjadi anak yang taat kepada Allah, tidak bermaksiat serta gemar beribadah. Anak-anak dididik dalam sekolahnya untuk mengenal jati dirinya sebagai hamba Allah, menjadi generasi yang mampu mencetak peradaban yang gemilang. 


Selain itu, masyarakat menyerukan kepada kebajikan dan mencegah daripada kemungkaran. Maka, tidak ada toleransi ketika adanya kemaksiatan yang dilihat secara nyata di lingkungan masyarakat maka masyarakat di sini akan  menegur dan menasehati.


Ditambah, negara akan menerapkan sistem pendidikan Islam yang berbasis akidah islam yang membentuk pola pikir dan pola sikap sesuai dengan syariat Islam. Maka, di sini pelajar akan  melakukan segala aktivitasnya itu sesuai dengan standar syariat Islam. Bukan kesenangan pada materi atau pun aktivitas yang tidak Allah ridhoi.


Negara pun akan menutup segala bentuk aktivitas judi online  apa pun yang mengandung bahaya bagi masyarakat serta memberikan efek jera ketika ada pelaku kemaksiatan dan kriminal. 


Negara pun akan menjamin segala kebutuhan sandang, pangan dan papan untuk masyarakat dan akan memberikan kemudahan yakni kemudahan dalam mencari nafkah, mengaksesnya serta murahnya harga terhadap suatu barang sehingga tidak ada alasan lagi masyarakat untuk melakukan atau pun terlibat dalam judi online karena alasan ekonomi.


Begitu sempurnanya Islam yang diterapkan oleh negara Khilafah Islamiyah. Mengatur seluruh aspek kehidupan sehingga tercipta individu yang bertakwa, masyarakat peduli terhadap sesama serta negara yang bertanggung jawab dan amanah dalam menjalankan fungsinya.


Wallahu'alam.

Post a Comment

Previous Post Next Post