Haruskah Menolong Muslim Rohingnya?



Indonesia kembali menjadi tujuan bagi pengungsi muslim Ronghinya. Hingga saat ini ada sekitar 1.648 warga Rohingnya yang berada di delapan penampungan di Aceh.


Namun kali ini, kedatangan para pengungsi dari Rohingnya tersebut mendapat sejumlah penolakan. Dan tidak sedikit media sosial yang menyuarakan seruan untuk menolak pengungsi Rohingnya ini. Mulai dari alasan kecewa atas sikap buruk pengungsi Rohingnya terhadap warga setempat,sampai isu akan terjadinya penguasaan lahan oleh mereka,seperti apa yang dilakukan kaum zionis Yahudi terhadap saudara muslim kita di Palestina. Menanggapi hal itu, Majelis Permusyawaratan Ulama (MUI) atau MUI Provinsi Aceh telah meminta agar semua pihak tidak memprovokasi masyarakat, untuk menolak pendaratan imigran Muslim Rohingnya yang masuk ke Tanah Rencong itu.

 


Agar tidak terprovokasi terkait masalah Rohingya ini, sebagai muslim hendaknya kita memahami fakta dari muslim Rohingya.



Muslim Rohingnya adalah etnis minoritas dengan populasi mencapai 1,3 juta jiwa. Mereka tinggal di Negara bagian Rakhine,Myanmar. Namun keberadaan mereka tidak diakui sebagai warga negara oleh Myanmar, mereka tidak masuk ke dalam sensus. Mereka pun tidak termasuk diantara 135 etnis resmi yang diakui oleh Negara. Akibatnya, Muslim Rohingnya mulai mendapatkan diskriminasi. Undang-undang Kewarganegaraan 1982 tidak mengakui keberadaan etnis tersebut. Selain itu etnis Rohingya sudah beberapa kali mengalami operasi militer pemusnahan etnis atau genosida.



Begitu beratnya ujian yang dialami saudara muslim kita di Rohingnya, Muslim Rohingnya diburu, dipenjara, disiksa dan dibunuh, sebagian muslimahnya diperkosa oleh militer Myanmar, sungguh perbuatan yang begitu keji dan terlaknat!.


Maka, bagaimana sikap kita sebagai sesama muslim terhadap etnis Rohingnya ini? Sebagai mana yang kita telah ketahui, tidak ada perbedaan di kalangan tentang kewajiban menolong sesama Muslim, khususnya yang sedang dizalimi oleh musuh-musuh Islam. Karena Rasulullah Saw , mengumpamakan hubungan sesama orang beriman laksana satu tubuh, lebih tegas lagi Rasulullah Saw telah menyatakan bahwa kesempurnaan iman seorang muslim, hanya dapat tercapai dengan mencintai saudara seiman seperti ia mencintai dirinya sendiri (HR Mutafaq'alaih).


Maka haram hukumnya untuk memboikot bantuan kepada sesama Muslim.   Seharusnya umat Muslim menolong saudaranya, melapangkan bantuan kepada mereka, bukan hanya bantuan secara fisik berupa makanan dan tempat tinggal. Tapi juga bantuan terkait re-coveri pemahaman keislaman mereka, baik secara akidah  maupun dalam hal syariat Islam, karena tampak dalam sikap mereka yang jauh dari akhlak Islam. Pembicaraan ini penting untuk menciptakan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat yang di dalam nya ada pengungsi Rohingya ini.



Selain itu, kita pun sudah saatnya  fokus terhadap akar masalah yang menyebabkan pengungsi Muslim Rohingnya ke luar dari negara mereka. Bukan malah  ikut terprovokasi dan terhasut hingga mengabaikan ajaran Islam, untuk menolong dan membantu saudara seiman. Ada dua penyebab utama yang harus dituntaskan kaum Muslim dalam persoalan pengungsi Rohingya ini, diantaranya:

1. Menghapus sekat-sekat nasionalisme yang membelenggu kaum Muslim, untuk memberikan pertolongan kepada sesama muslim lainnya. Paham nasionalisme juga menjadi pemicu munculnya xenofobia (kebencian terhadap orang asing/bangsa lain).

2. Menciptakan pelindung sejati bagi umat secara internasional, karena sudah terbukti PBB dan berbagai badan yang ada didalamnya gagal mencegah perang dan genosida, serta menjamin rasa aman bagi manusia, khususnya kaum Muslim. Saat ini nasib umat  Muslim, bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya,tercecer dan terancam di mana-mana, karena Induk yang bisa melindungi dan menjaga umat Muslim sudah tidak ada, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

" Imam (Pemimpin) itu laksana perisai (pelindung), yang melindungi orang-orang yang ada di belakangnya..."

(HR Muslim)


Pemimpin yang dimaksud adalah pemimpin yang menerapkan syariat Islam kaffah, yang dapat mewujudkan Islam rahmatan Lil 'alamiin, sebagimana di masa peradaban Islam yang telah lalu. 


Pemimpin yang akan menjaga rakyatnya (muslim ataupun non muslim), baik dalam menjaga agamanya, hartanya, dan juga nyawanya. Karena hilangnya nyawa tanpa haq, seperti hancurnya bumi beserta isinya. Itulah mengapa harga satu nyawa di dalam Islam begitu mahal.


Allah SWT telah berjanji dalam firman- Nya:


" Seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan limpahi barokah dari langit dan bumi..."

(TQS. Al- 'Araf;169)


Sungguh janji Allah ini pasti terwujud, dan sebagai umat Islam kita harus mengimani dan meyakininya.



WaILahu a'lam bi ash-shawab.

Post a Comment

Previous Post Next Post