Harga Cabai Melambung Menjelang Natal Dan Tahun Baru


Oleh Fifi Dwiyanti


Sejumlah bahan pokok di pasaran terutama cabai, mengalami peningkatan yang signifikan menjelang natal dan tahun baru (Nataru) 2023.


Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh dinas Perindustrian, perdagangan, koperasi (Disperindagkop) Paser, harga cabai perkilo melambung naik. Cabai keriting sekilo mencapai Rp75 Ribu hingga Rp80 Ribu, cabai merah tiung dari harga Rp85 Ribu menjadi Rp90 Ribu dan cabai rawit yang cukup mengagetkan saat ini harganya sudah di harga Rp150 Ribu sekilo.


Selain cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan yang sebelumnya sekilo Rp25 Ribu menjadi  Rp32 Ribu sekilo.


Adanya kenaikan bahan pokok tersebut dipengaruhi dengan ketersediaan barang dan juga permintaan pasar. Permintaan masyarakat saat ini cukup tinggi, tetapi stoknya mulai terbatas. Oleh karena itu, sampai saat ini Disprindakop Kabupaten Paser masih mengantisipasi ketersediaan stok barang.


Kenaikkan harga cabai bukan hanya di Paser, tetapi juga daerah lainnya setiap jelang akhir dan awal tahun baru sudah biasa. 


Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada oktober 2023 harga cabai, baik cabai keriting, cabai merah maupun cabai merah besar mengalami kenaikan yang signifikan. Sepanjang oktober 2023 rata-rata harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp55.934 sekilo. Naik 37,8% disbanding bulan sebelumnya.


Adapun upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan harga cabai adalah dengan mengimbau masyarakat untuk menanam cabai sendiri di perkarangan rumah. Menteri Pertanian akan mendesak program Kawasan Pangan Lestari (KRPL), yakni dengan memberikan 40.000 bibit cabai unggul gratis untuk ditanami di perkarangan rumah. Ia mengklaim program ini cukup berhasil sebelumnya. Lain Mentan, lain pula Mendag. Ia mengatakan untuk menenangkan hati Masyarakat yang sudah  mengeluh dengan kenaikan harga cabai, ia mengatakan bahwa tidak apa-apa cabai naik sekali-kali.


Cabai adalah salah satu bahan pangan yang paling banyak dibeli masyarakat. Oleh karena itu, kenaikan harga cabai jelas sangat memengaruhi kondisi perekonomian mereka. Selain cabai, harga pangan lainnya  turut meningkat seperti  beras, bawang merah, dan sejumlah komoditas lainnya. 


Adanya kenaikan harga ini tentu membuat masyarakat menjadi kesulitan. Masyarakat cukup sulit menghadapi kenaikan harga barang dengan uang yang didapatkan. Masyarakat tidak bisa terus-terusan mengalami kesulitan yang sama, perlu adanya tindakan dari negara pemerintahan.


Menyeimbangkan harga pangan adalah tanggung jawab negara. Menciptakan kesejahteraan petani dan pertanian berkelanjutan juga termasuk tugas utama negara, bukan tugas masing- masing individu. Artinya, negara harus mengoptimalkan peran dalam memajukan ekonomi negara. Bukan hanya berbicara tentang imbauan menanam sendiri atau meminta pengertian dari masyarakat.


Ruang lingkup negara adalah menetapkan kebijakan, bukan memainkan narasi pasrah. Sebagai contoh, produksi pertanian mennurun yang terus disalahkan adalah cuaca yang ekstrim. Padahal jika negara serius memperhatikan, negara akan mengupayakan bagaimana produktivitas cabai tetap stabil di tengah cuaca ekstrem. Jika serius, negara akan mengupayakan dengan maksimal dengan memngembangkan teknologi pertanian demi produksi yang diharapkan.


Sayangnya peran tersebut belum diupayakan dengan maksimal oleh negara. Mahalnya harga cabai hanyalah satu dari masalah pangan yang terus berulang dari tahun ke tahun. Solusi yang diberikan belum mampu  menyelesaikan masalah secara tuntas. 


Hal ini terjadi karena adanya penerapan sistem kapitalisme yang menumpulkan peran negara dalam menjamin kebutuhan pangan masyarakat.


Dalam islam, negara menjamin ketersediaan dan kebutuhan umat serta mendistribusikan secara merata sehingga tidak terjadi kenaikan harga yang menyusahkan masyarakat. Islam menetapkan sejumlah langkah strategis dengan menjadikan sektor pertanian sebagai proritas dalam pembangunan ekonomi. 


Mulai dari negara menjamin ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup, melakukan antisipasi perubahan cuaca yang fluktuatif, pembagian kepemilikan tanah sesuai dengan ketentuan syariat islam, memastikan distribusi pertanian terjangkau ke seluruh pelosok negeri, melarang praktik-praktik kecurangan, penimbunan dan monopoli pasar, serta pengawasan dan penegakkan hukum yang tegas pada pelaku mafia pangan.


Tentu semua kebijakan fundamental tersebut hanya bisa terlaksana  sempurna dengan tegaknya islam kafah dalam naungan khilafah. Allahu a’lam bisshowab.

Post a Comment

Previous Post Next Post