Pengkhianatan terhadap Palestina


Oleh : Sri Nawangsih 
(Ibu Rumah Tangga)


Agresi militer kelompok zionis penjajah terhadap warga Palestina khususnya di Jalur Gaza semakin brutal. Serangannya semakin membabi buta menyerang rumah sakit-rumah sakit. Rumah Sakit Indonesia di Gaza menjadi salah satu sasaran serangan brutalnya. Mereka tidak berhenti menyerang Rumah Sakit Indonesia meski pihak Rumah Sakit telah membantah menyembunyikan pejuang Hamas. Yang paling memilukan, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Prancis, Inggris dan Jerman secara terbuka memberi dukungan, bantuan keuangan dan militer kepada kelompok zionis penjajah.


Saat krisis di Palestina mulai terbuka, Gedung Putih langsung menjanjikan tambahan anggaran militer kepada kelompok zionis penjajah sebesar 225 triliun untuk memerangi Hamas. Presiden AS Joe Biden juga mengirimkan kapal Induk USS Gerald R. Ford yang mengangkut dua ribu marinir dan kapal Induk USS Dwight D. Elsenhower. 


Sebaliknya, tak ada tindakan serupa yang dilakukan oleh para pemimpin Arab dan Dunia Islam untuk menghetikan agresi militer kelompok zionis penjajah. Mulut mereka hanya berbusa-busa mengirim kecaman serta bantuan keuangan dan logistik seadanya. Inilah pengkhianatan pertama yang dilakukan mereka terhadap kaum Muslim dan negeri Palestina. Padahal mereka punya kekuatan militer besar yang bisa dipakai untuk menyelamatkan Palestina sekaligus menghancurkan negara zionis itu.


Penghianatan berikutnya, para pemimpin Muslim ini masih membuka hubungan bilateral dengan Zionis Yahudi. Penguasa Yordania, Qatar, Mesir dan Arab Saudi bahkan menolah usulan embargo minyak ke negeri Yahudi dalam KTT luar biasa antara Liga Arab dan Organisasi Kerja sama Islam (OKI) di Riyadh, Arab Saudi, pada sabtu (11/11). Sudah lama diketahui, eksistensi Yahudi itu disokong oleh sejumlah pemimpin Dunia Islam baik secara politik maupun hubungan ekonomi. Kaum Zionis itu mendapat minyak bumi dari perdagangan dengan Azerbaijan, Kazakhstan dan Turki. Mereka juga mengandalkan pasokan air dengan membeli dari Yordania dan juga Turki.


Pengkhianatan mereka yang lain adalah menjadikan negara-negra mereka sebagai jalur perlintasan militer Amerika serikat yang membantu entitas Yahudi. Ketika muncul krisis di Gaza, pemerintah Yordania yang ketakutan menampung dua squadron pesawat tempur AS dan menerima pmbangunan sistem rudal patriot. Para pemimpin Dunia Islam bukan saja mengkhianati Palestina. Mereka juga sudah tidak malu lagi mengkhianati Allah dan Rasul-Nya karena mereka bersekutu dengan musuh-musuh Allah.


Pengkhianatan berikutnya adalah menyerahkan nasib Palestina kepada PBB agar menerima gencatan senjata dan solusi dua negara. Usulan solusi ini sama saja dengan mengakui eksistensi entitas Yahudi yang telah merampok dan membunuhi warga Palestina untuk tetap memiliki daerah rampasan mereka. 


Wahai kaum Muslim, kita telah melihat dengan mata terbuka kepengecutan para pemimpin Arab dan Dunia Islam. Mereka tidak malu dengan anak-anak dan perempuan di Gaza yang dengan berani melemparkan batu ke arah tentara Yahudi. Mereka bahkan menghadag tank baja walau tebusannya adalah nyawa. Para pemimpin iti punya kekuatan militer besar, tetapi hanya menjadi penghuni barak. Peralatan tempur mereka teronggok di gudang-gudang sampai berkarat.


Untuk.mengatasi permasalahan Palestina ini dibutuhkan kesatuan kaum muslimin dibawah kepemimpinan Islam yang akan menolong dan menghilangkan penderitaan yang sedang di alami oleh warga Palestina


Wallahu a'lam bi Ash Shawab.

Post a Comment

Previous Post Next Post