> Kasus Sifilis Merajalela, Bukti Lemahnya Penanganan Di Sistem Kapitalis - NusantaraNews

Latest News

Kasus Sifilis Merajalela, Bukti Lemahnya Penanganan Di Sistem Kapitalis


Oleh : Yusdiawati

Aktivis Dakwah Serdang Bedagai



Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Anhar Hadian mengatakan kurun waktu 2020/2022 kasus sifilis terus meningkat. Seiring peningkatan pemeriksaan yang dilakukan sejumlah fasilitas kesehatan.


Berdasarkan data pada tahun 2020/2022 ada 11.430 orang yang positif sifilis. Kemudian pada tahun 2021 ada sebanyak 12.228 orang yang di periksa, dan di temukan 332 yang posit sifilis.


Perlu kita ketahui lagi, marak nya kasus sifilis ternyata banyak di daerah daerah yang tertentu, Bahkan kasus sifilis ini juga di temukan pada ibu hamil yang tertular oleh pasangan nya. Bukan itu saja ibu hamil tersebut juga bisa menularkan kapada bayi yang ada di dalam kandungan nya.


Kenapa bisa terjadi ? Ini disebabkan karena banyaknya kelompok yang suka bergonta ganti pasangan. Dan juga hubungan sesama jenis yaitu LGBT. Bahkan mereka melakukan perzinahan pada pasangan yang belum menikah Ironinya, hal ini mereka lakukan hanya karena ingin memperturutkan hawa nafsu semata. 


Tentunya ada faktor-faktor pemicu, mebgapa permasalahan ini semakin tidak terbendung.  Beberapa contoh pemicunya adalah, yang nyata-nyata terjadi di depan mata kita sendiri misalnya terbukanya aurat serta bebasnya pergaulan yang berkorelasi terhadap maraknya hubungan sex bebas,  sex menyimpang (LGBT), dan juga kejahatan seksual.


Sementara itu akar permasalahan yang menjadi biang penyebaran sifilis, tidak pernah diperhatikan, yaitu penerapan sekulerisme yang melahirkan gaya hidup liberal seperti ,  moralisasi zina dan pergaulan serba bebas. Penyakit sifilis sendiri muncul karena pola hidup liberal yang hanya memperturutkan hawa nafsu.


Di sistem sekuler ini membuat induvidi ini bebas dalam melakukan perbuatan. Semata untuk mencari kenikmatan duniawi. Tidak memikir kan  lagi. urusan akhirat, dimana kita ssemuaa. akan kembali menghadap Sang Khallik dan akan dimintai pertanggung jawaban atas segala kerusakan yang telah kita timbulkan baik itu merusak diri sendiri, lebih-lebih mengakibatkan kerusakan pada orang lain. Tentunya kita hharus selalu mengingat, kemana kita akan pergi setelah kehidupan di dunia ini berakhir. 


Berbeda dengan islam yang tolok ukurnya halal dan haram, dimana untuk tata cara pergaulan saja islam mengatur nya, agar tidak terjadi interaksi / ikhtilat antara laki laki dan perempuan. 

Bukan hanya itu,  kita juga diperintahkan menjaga pandangan atau ghudul bashor..


Begitu juga degan hukum, Islam menjelaskan dengan secara rinci, bahwa bagi yang berzina maka harus di rajam dan juga di cambuk agar membuat efek jera kepada si pelaku.


Dengan di berlakukan nya sanksi di dalam sistim islam yang berbuat zina , mau pun yang menyimpang seperti LGBT, dan kekerasan seksual, maka di cegah dan di babat habis secara tuntas. Denga di berlakukan nya zawajir (pencegahan) dan zawabir (paksaan) untuk membuat jera para pelaku.


Maka satu-satunya yang bisa menerapkan semua nya ini harus ada sistim, yang sudah terbukti mampu mengatadi permasalahan ini,  yaitu sistim islam, yang menerapkan secara kaffah. Tidak lain ada khilafah 'alaa min hajihinnubuah. Yaitu kepemimpinan Islam yang dipimpin oleh seorang Khalifah yang mengikuti metode kepemimpinan Baginda Rasul Muhammad Shallallaahu 'alayhi wasallam. 


Wallaahu a'laam bish showaab

NusantaraNews Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.