Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KEPEDULIAN MERUSAK PERADABAN?

Tuesday, November 15, 2022 | Tuesday, November 15, 2022 WIB Last Updated 2022-11-15T15:33:05Z

Oleh: Nani Salna Rosa
(Aktivis Dakwah)

Belum lama ini terjadi tragedi maut kanjuruhan, Malang, Indonesia yang menewaskan 132 orang. Beritanya menyebar hingga keluar negeri. Tak lama berselang, terjadi lagi tragedi maut yang juga menggemparkan dunia. Tragedi ini terjadi di Distrik Itaewon, Seoul, Korea Selatan yang menelan korban jiwa sebanyak 154 orang. Hal ini membuat publik prihatin, salah satunya indonesia. Seperti yang dikutip dari laman berita berikut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan belasungkawa atas tragedi maut di Distrik Itaewon, Seoul, Korea Selatan atau Korsel. Jokowi mengatakan Indonesia bersama rakyat Korea Selatan (Korsel).

Pernyataan itu disampaikan Jokowi di akun Twitter-nya seperti dilihat detikcom, Minggu (30/10/2022). Ucapan belasungkawa itu disampaikan Jokowi dalam bahasa Inggris.

Jokowi menyampaikan dukacita kepada mereka yang kehilangan orang yang dicintai. Dia juga berharap mereka yang terluka bisa segera pulih.

"Deeply saddened to learn about the tragic stampede in Seoul. My deepest condolences to those who lost their loved ones. Indonesia mourns with the people of South Korea and wishes those injured a speedy recovery," tulis Jokowi. (news.detik.com/30/10/2022)

Sikap tersebut memang wajar dilakukan oleh seorang kepala negara. Hanya saja sikap yang sama tidak dilakukan ketika dinegerinya sendiri terjadi tragedi yang sama-sama menelan banyak korban jiwa, yaitu tragedi kanjuruhan. Para penguasa malah saling lempar tanggungjawab. Padahal, sudah kewajiban penguasa untuk mengayomi, melindungi, dan memberikan ketenangan pada rakyatnya.

Hal lain yang memprihatinkan adalah, di negeri mayoritas muslim ini, penguasa membiarkan perayaan serupa diadakan padahal sangat bertentangan dengan akidah. Malahan dapat merusak generasi, karena seringkali dibarengi dengan pesta seks, miras, narkoba, dan sejenisnya.

Namun, jika dilihat dari sistem yang dianut penguasa saat ini, tidak heran hal itu terjadi. Sebab, sistem yang digunakan yaitu sekuler-kapitalis yang pondasinya adalah pemisahan agama dari kehidupan, dan orientasinya hanyalah kesenangan semata tanpa melihat baik buruk, bahkan halal dan haram.

Dalam sistem Islam, pemuda sangatlah berharga, karena pemuda adalah generasi tonggak peradaban dunia. Sehingga islam sangat menjaga para pemuda dari hal-hal buruk, seperti pemikiran asing, budaya asing, gaya hidup asing, dan segala hal yang dapat membahayakan akidah.

Ini dilakukan dengan berbagai macam cara, pertama melalui pendidikan islam yang mengajarkan pola pikir dan pola sikap sesuai syariat. Lalu, penjagaan media dengan cara melarang konten yang merusak akhlak dan akidah. Selanjutnya adalah masyarakat yang selalu beramar ma'ruf nahi munkar membantu generasi memperkuat kepribadian islamnya. Dan hanya sistem islam yang mampu melaksanakannya, karena sistem islam menerapkan syariat secara total.

Wallāhua'lam bishshawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update