MENEGASKAN MAKIN KUATNYA ARUS KEBEBASAN BERAGAMA

OLEH:HJ.PADLIYATI SIREGAR,ST

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjadi sorotan publik karena mengucapkan selamat hari raya Naw-Ruz 178 EB ke komunitas Baha'i. Koalisi Advokasi untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan pun turut buka suara.
Koalisi ini terdiri dari YLBHI, Paritas Institute, LBH Jakarta, Yayasan Inklusif, HRWG, CRCS UGM, Ulil Abshar Abdalla, dan Ahmad Suaedy. Adanya kontroversi perihal komunitas Baha'i, koalisi ini berharap pemerintah dapat melindungi dan memenuhi hak-hak kelompok minoritas sebagai warga negara yang sama.

"Saya sedikit optimis moderasi agama yang sedang digadang-gadang oleh Kementerian Agama semoga tidak jadi slogan kosong dengan munculnya pernyataan dari Kementerian Agama ini," kata peneliti dari Paritas Institute, Penrad Siagian, dalam konferensi virtual bertema 'Perlindungan dan Pengakuan Negara terhadap Agama dan Keyakinan', Jumat (30/7/2021).

Wajar saja,capan selamat dari Gus Yaqut tersebut langsung menjadi sorotan publik. Banyak pihak yang menyayangkan aksi Gus Yaqut tersebut,termasuk mempertanyakan posisi komunitas Baha'i di Indonesia apakah sudah menjadi agama resmi di Indonesia atau belum.

Namun justru sebaliknya,Pemerintah terus melakukan pembelaan dengan menyatakan tidak ada aturan yang di langgar dari pemberian ucapan tersebut.

Atas nama toleransi dalam kehidupan beragama terlanjur dianggab istilah yang positif.Dalam batas-batas tertentu mungkin iya.Namun ,dalam perkembangannya akhir-akhir ini saat arus moderasi Islam begitu deras di gaungkan di tengah- tengah kaum muslimin.

Istilah toleransi ternyata di manfaatkan oleh kalangan sekuler liberal menjadi alat yang di gunakan untuk menyerang  Islam dan kaum muslimin dan tentu saja ini sangat merugikan.

Kebebasan agama yang diagung agungkan dalam sistim kapitalis sekularisme sejatinya adalah alat Barat untuk semakin menjauhkan kaum muslimin dari agamanya,atas nama moderasi beragama.

Moderasi Islam sangat berbahaya bagi aqidah umat Islam karena mencampuradukan yang hak dan yang batil dengan alasan untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama,mewujudkan toleran,keramahan dan kedamaian seperti apa yang telah dilakukan oleh Kemenag mengucapkan selamat hari besar agama lain.

Padahal sejatinya Islam moderat mengajarkan pemikiran- pemikiran kufur seperti demokrasi yang memberikan kewenangan manusia membuat aturan yang menghalalkan sesuatu yang haram,seperti riba,legalitas khamr atas nama kaearifan lokal.Sebaiknya Islam moderat mengharamkan apa yang di halalkan seperti pernikahan dini.

Dalam beragama Al Qur'an menyatakan dengan penuh ketegasan,bahwa hanya agama Islam saja yang benar dan diridhoi Allah SWT,seperti dalam firman-Nya :

لدِّينَ للَّهِ لْإِسْلَٰمُ ا لَفَ لَّذِينَ ا۟

"Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam..."(QS.Ali Imron:19)

Meskipun Al Qur'an menegaskan bahwa hanya Islam saja yang benar di sisi Allah bukan berarti agama dan keyakinan di luar Islam dipaksa untuk masuk Islam,sebagaimana difirmankan Allah dalam QS Al Baqoroh ;256

  اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ
 الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ

"Tidak ada paksaan dalam menganut agama Islam.Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dan jalan yang sesat.."

Post a Comment

Previous Post Next Post