CAMPAKAN DEMOKRASI ATAU OTORITER ! PILIH PERUBAHAN KE ARAH ISLAM


Oleh : Ummu Fahri


Dunia saat ini terasa mencekam dan memprihatinkan.Sudah hampir dua tahun wabah pandemi menyerang di 210 negara. Semua kita termasuk negara besar, seolah tak berdaya menghadapi gerak laju virus ini.Kecepatan serta daya penetrasi virus ini melebihi kecepatan pikiran,gerak ,dan daya.Bagi masyarakat awam secara umum Serangan dan dampak virus ini menimbulkan kepanikan, sehingga memicu kegelisahan dan kebingungan memilih tindakan.

Kebijakan yang ditawarkan Penguasa pun seakan tidak dirasakan sepenuhnya  oleh kalangan masyarakat.Konflik sosial selalu menghampiri setiap aturan yang keluar dari kebijakan yang bersifat semu. Sehingga dampak yang ditimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah ini selalu terjadi, sehingga masyarakat menganggap penguasa di negeri ini tidak benar-benar serius dalam setiap penanganan. Baik itu dalam penanganan penyelesaian pandemi, kemiskinan, kesejahteraan sosial dan banyak lagi yang lainnya.

Ditambah sikap pemimpin yang seakan-akan memaksa rakyat untuk patuh terhadap setiap keputusan. Walaupun keputusan nya sangat-sangat merugikan masyarakat. Terlebih dimasa-masa pandemi saat sekarang ini, kebijakan yang tertuang selalu menguntungkan para Kapitalis.

Didalam negara demokrasi kepemilikan tidak diatur dengan semestinya, sehingga para Kapital bebas memiliki segalanya, termasuk sumber daya alam sehingga dalam masa-masa pandemi sekarang ini dimana ekonomi mengalami kelesuan, Penguasa tidak mempunyai cara lain untuk menanggulangi dampak akibat serangan pandemi ini kecuali berhutang.Yang pada akhirnya rakyat juga yang kenak imbasnya.

Banyak yang menganggap demokrasi sebagai sistem politik terbaik yang bisa dibayangkan.Karena itu tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa demokrasi telah menjadi agama Sekuler.Kepercayaan politik terbesar di bumi.Mengkritik ide demokrasi sesuatu yang beresiko dan kita pun bisa dianggap musuh masyarakat beradab karenanya.

Pemerintah terus tumbuh menjadi lebih besar dan hutang publik menjadi semakin tinggi.Sementara kebebasan berpendapat seakan-akan tidak lagi berfungsi.

Demikianlah beberapa bukti kegagalan Negara Demokrasi dalam menangani setiap masalah yang ada, salah satunya dalam penanganan wabah virus Covid 19. 
Bagaimana dengan negara Khilafah..??
Disini kita akan membuat perbandingan antara Demokrasi dan Sistem Islam.

Negara Islam tegak diatas aqidah Islam, yang meyakini kehidupan ini adalah ladang beramal yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh ALLAH Ta'ala.Dalam  Islam, seorang pemimpin menempatkan dirinya sebagai raa'in(pengurus) sekaligus junnah (pelindung) bagi ummat. 
Pemimpin di dalam Islam akan sungguh-sungguh melaksanakan kedua fungsi tersebut karena beratnya pertanggungjawaban di sisi ALLAH Ta'ala.Kesadaran inilah yang menjadikannya sangat serius dalam penanganan setiap masalah dengan prioritas keselamatan rakyat.

Negara Islam akan bersegerah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi resiko dan memastikan kebutuhan dasar serta keselamatan rakyat tetap terjaga, serta akan menegakkan semua hukum Syara' dalam setiap lini kehidupan.

Negara akan menerapkan Sistem Ekonomi Islam yang memastikan perekonomian negara stabil. Ini karena sistem ekonomi Islam adalah sistem yang anti riba, moneter yang berbasis emas dan perak yang stabil nilainya, dan menempatkan izin Allah Ta'ala sebagai basis penentu kepemilikan serta basis dalam pengelolaan dan pengembangan harta.

Dengan penerapan sistem ekonomi seperti ini,negara akan memiliki dana dalam menghadapi wabah, sehingga mampu mengerahkan seluruh yang dibutuhkan seperti fasilitas kesehatan, logistik dan jaminan keamanan.Negara juga akan mendorong berbagai riset untuk menciptakan teknologi, obat, atau apapun yang dibutuhkan ummat. Sehingga fungsi pengurus dan penjaga umat akan betul-betul tertunaikan secara maksimal.

Inilah bedanya negara Demokrasi dan negara Islam dalam menangani setiap masalah. Yang satu mengabdi pada hawa nafsu para pemburu harta dan kekuasaan, sedang yang lain dibimbing Wahyu Allah Ta'ala dan keimanan. Negara demokrasi secara nyata telah gagal, sangat tak layak di pertahankan.

Sistem Islam lah satu-satunya harapan kita, Saatnya bagi ummat Islam untuk sistem alternatif untuk diterapkan.
Marilah bersama-sama berkontribusi dalam ikut memperjuangkannya...

Wallahu a'lam Bishshawab..

Post a Comment

Previous Post Next Post