HUTANG UNTUK SELAMATKAN RAKYAT ?


Oleh : Ummu Fahri

Kemiskinan yang terjadi di Indonesia kian hari semakin memprihatinkan , ketimpangan sosial melanda di setiap lini kehidupan, dimana Rakyat di hadapkan utk menjalani kehidupan dengan serba kekurangan. Di tambah lagi semenjak adanya pandemi yg melanda di berbagai negara, yang mengakibatkan lumpuhnya perekonomian, salah satunya di Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan jumlah orang miskin di Indonesia tembus 27,54 juta pada Maret 2021. Jumlah itu membuat tingkat kemiskinan mencapai 10,14 persen dari total populasi nasional.
Populasi penduduk miskin meningkat 0,36 persen dari sebelumnya 26,42 juta pada Maret 2020. Namun, jika dibandingkan dengan September 2020 lalu turun tipis 0,05 persen dari 27,55 juta penduduk.

Dengan semakin meningkatnya angka kemiskinan setiap tahunnya, Pemerintah mengambil sikap dgn berbagai macam kebijaksanaan.Salah satunya dengan berhutang dengan dalih menyelamatkan rakyat.

Pada 10 Juli 2021 lalu, Bank Dunia juga sudah menyetujui utang baru yang diajukan pemerintah Indonesia sebesar 400 juta dollar AS. Sehingga total utang baru yang ditarik Indonesia selama bulan Juni 2021 yakni sudah mencapai sebesar 900 juta dollar AS atau setara dengan Rp 13,04 triliun (kurs Rp 14.480). Waw nilai yg sangat fantastis.

Sementara itu total bunga utang tahun ini naik Rp 59,2 triliun, membuat total bunga utang mencapai Rp 373,3 triliun.

Sri Mulyani berjanji akan hati-hati mengelola utang. Kekhawatiran terbesarnya adalah tren kenaikan suku bunga global yang bisa berdampak pada jumlah utang yang harus dibayarkan negara.

Diketahui bahwa Indonesia adalah negara yang dilalui garis khatulistiwa dan juga  Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan sebagian besar penduduknya bekerja pada bidang pertanian. Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki lahan pertanian yang luas, sumber daya alam beraneka ragam dan berlimpah.

Mengapa ketika Pemerintah ingin menyelamatkan rakyat dari kemiskinan justru kebijaksanaan nya selalu menyasar kepada hutang .

Hutang di anggap sebagai solusi utama dlm menyelamatkan rakyat dari kemiskinan dan dampak yg di timbulkan dari adanya pandemi.

Islam Solusi Tuntas Dalam Menyelamatkan Rakyat

Keterpurukan rakyat Indonesia yg dialami saat ini tak lepas dari diterapkan nya sistem Kapitalis yang nyatanya gagal dalam menjamin kesejahteraan rakyat. Dan terbukti ketika Pemerintah bertujuan untuk menyelamatkan rakyat dari keterpurukan kemiskinan malah mengambil solusi dengan cara berhutang. Apakah ini solusi tuntas..?? Tentu tidak.

Solusi tuntasnya adalah dengan cara diterapkan nya sistem Islam di dalam naungan Daulah Khilafah.

Demikian sempurnanya Islam mengatur kehidupan, namun saat ini sangat disesalkan sistem shohih ini justru direspon negatif oleh rezim. Khilafah dianggap sebagai ancaman, sehingga saat ini pengusungnya dijegal dengan berbagai dalih. Padahal ketiadaan khilafah yang membuat derita semakin menjadi.

Tanpa Khilafah umat Islam kehilangan pelindung. Sebagaimana yang terjadi saat ini. Ketiadaan Khilafah telah membuat nyawa umat Islam begitu murah dihadapan negara-negara Imperialis. Padahal dimata Allah, hancurnya bumi berserta isinya ini lebih ringan dibanding terbunuhnya seorang Muslim.

Tanpa khilafah umat Islam didera oleh berbagai penderitaan yang tiada berkesudahan. Benar apa yang dikatakan oleh Imam Ahmad RA, “Adalah fitnah (bencana) jika sampai tidak ada seorang Imam (Khalifah) yang mengatur urusan rakyat”.

Sungguh benar apa yang dikatakan Imam al-Ghazali dalam kitabnya al Iqtishod fi al I’tiqod. Imam al-Ghazali mengatakan agama dan kekuasaan adalah dua saudara kembar. Agama adalah dasar dan kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu yang tidak berdasar (tidak didasarkan pada agama) niscaya akan runtuh. Segala sesuatu yang tidak memiliki penjaga (tidak ada Khilafah) niscaya akan hilang atau lenyap.

Dalam Islam fungsi penting Khalifah adalah melindungi umatnya. Rasulullah SAW bersabda, “Sesunggunya Imam/Khalifah itu laksana perisai, tempat orang-orang berperang dibelakangnya dan berlindung kepadanya” [HR Muslim].

Maka, satu-satunya solusi untuk problematika umat saat ini adalah menjadikan Islam sebagai idiologi (mabda) sehingga kaum muslim mampu untuk bangkit dan memperjuangkan tegaknya Khilafah di muka bumi ini. Hanya dengan Khilafah maka seluruh syariat Allah akan dapat dilaksanakan. Wallahua’lam.

Post a Comment

Previous Post Next Post