Ibu Rumah Tangga
Sejak dahulu sampai saat ini Palestina merupakan negara yang terjajah oleh Israel, sebuah negara perampas yang dulunya adalah sebuah negara yang tidak memiliki tanah. Ketika masuk Palestina mereka dengan wajah yang memelas untuk minta diberikan izin tinggal di Palestina. Namun sekarang justru Palestina menjadi negara yang tanahnya dirampas dengan keji dengan mengklaim bahwa Palestina adalah tanah mereka.
Dunia kembali berduka, Palestina kembali terluka, Al Quds kembali diserang secara membabi-buta .
Al-Aqsha kembali dinista. Siapa lagi kalau bukan oleh kaum Zionis , sang Durjana.
Duka makin menyesakkan dada saat dunia kembali terdiam. Para pejuang HAM kembali bungkam.
Para penguasa adidaya AS dan Barat, para penguasa Muslim, khususnya para penguasa Arab, kembali menjadi pecundang. Hanya demi pencitraan. Tak sedikitpun ada kemauan untuk mengirimkan tentaranya untuk berjihad membela kaum Muslim di Palestina.
Padahal jelas, sudah ratusan korban wafat akibat keganasan kaum Zionis . Ratusan lainya terluka. Padahal juga jelas, di mata Allah SWT, jangankan ratusan jiwa pembunuhan satu orang saja tanpa Haq sama dengan membunuh seluruh manusia.
Allah SWT berfirman:
" Siapa saja yang membunuh satu orang, bukan karena orang itu membunuh orang lain atau membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia. (TQS al-Maidah (5):32).
Bahkan jika yang terbunuh satu orang muslim , bukankah itu jauh lebih dahsyat ,dibandingkan dengan kehancuran dunia ini.
Demikianlah sebagaimana sabda Rasulullah Saw:
" Kehancuran dunia ini lebih ringan di sisi Allah dibandingkan dengan pembunuhan seorang Muslim (HR at-Tirmizi dan an -nisa'i).
Tanah Palestina sesungguhnya merupakan tanah wakaf milik kaum muslim. Bukan hanya milik bangsa Arab atau bangsa Palestina saja. Palestina telah berada di bawah kekuasaan Islam saat dibebaskan oleh Khalifah Umar bin al-Khathab ra pada tahun 15 H, beliaulah yang langsung menerima tanah tersebut dari Safruniyus diatas sebuah perjanjian yang dikenal dengan perjanjian 'Umariyah, yang di antara isinya yang berasal dari utusan orang-orang Nasrani, yaitu agar orang Yahudi tidak boleh tinggal di dalamnya.
Dibawah pendudukan dan kekejaman Zionis Yahudi sang penjajah, penderitaan adalah hal yang sudah sangat 'akrab' dengan bangsa Palestina. Sejak pendudukan Israel tahun 1948 sudah ratusan ribu orang Palestina tewas dibantai . Puluhan ribu luka-luka dan cidera bahkan cacat. Ratusan ribu kehilangan rumah, tempat tinggal dan pekerjaan . Ribuan wanita dilecehkan kehormatannya bahkan diperkosa . Ribuan anak-anak menjadi yatim piatu.
Karena itu mengembalikan al-Quds dan membebaskan kembali Palestina dari cengkraman kaum Zionis Yahudi saat ini, seperti apa yang dilakukan oleh Salahuddin al-Ayyubi patut diteladani . Hal itu hanya dapat dilakukan dengan jihad fi sabilillah. Jihadlah jalan satu-satunya bagi pembebasan al-Quds dan Palestina.
Jika ada kemauan politik dari penguasa Arab dan Muslim, sebetulnya jihad untuk mengusir zionis Yahudi bukan hal yang sulit dilakukan. Namun faktanya, setelah pendudukan Palestina oleh kaum Zionis Yahudi berjalan lebih dari 70 tahun, mengharapkan para penguasa Arab dan Muslim mau mengerahkan pasukan mereka untuk berjihad membela Palestina itu ibarat jauh panggang dari api.
Kepemimpinan ini akan hadir ketika kaum Muslimin di seluruh dunia bersatu dan kembali kepada syari'at Islam dibawah Naungan Khilafah Islam. Saatnya kita menunaikan kewajiban kita menerapkan Khilafah Islam di muka bumi, demi kemerdekaan Palestina khususnya dan kita semua umumnya.
Wallahu a'lam bishshwab

No comments:
Post a Comment