Agam, Nusantaranews.net - Seperti tahun tahun sebelumnya setiap jelang Lebaran dengan berbagai dalil Harga Bahan Pokok mengalami kenaikan di setia Pusat-pusat Perbelanjaan dan Pasar-pasar Tradisional.
Begitu juga dengan Daging Sapi Potong di Pasar Serikat Padang Baru, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (9/5) mengalami kenaikan hingga Rp.140.000,- /Kilo Gramnya.
Salah seorang Pedagang Daging Sapi Potong, Bujang, yang di Konfirmasi Nusantaranews.net, Minggu (9/5) mengatakan, pada H - 3 Idul Fitri 1442 H, ini kenaikan Harga Daging Sapi Potong, disebabkan Tingginya Permintaan Jelang Lebaran.
Sementara Persediaan Daging (Baca-Sapi Potong) tidak memenuhi kebutuhan, dan kami terpaksa mendatangkan Sapi Potong dari luar Daerah, yang menimbulkan biaya tambahan sebagai Transportasi, "terangnya.
Tradisi lain, meski sebagian Warga di beberapa Kampung Memotong Sapi bersama, (Baca-Barantam) tidak begitu berpengaruh dengan Pasar, sehingga harga tetap Naik di Pedagang.
Suasana Los Daging Sapi Potong Pasar Serikat Padang Baru, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, H-3 Idul Fitri 1442 Hijriah.
Meskipun ada indikasi kesempatan dalam kesempitan, bagi para Pedagang Daging Sapi Potong, yang memanfaatkan Kondisi ini dan Menaikan Harga Daging Sapi di Pasaran namun tidak mengurangi Animo Warga untuk berbelanja Daging, "Pungkasnya.
Lain halnya yang di ungkapkan "Darnawitri, (47) salah seorang warga Lubuk Basung, yang di temui Nusantaranews.net, saat berbelanja Daging Sapi, di Pasar Serikat Padang Baru, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, mengatakan, membeli Daging Sapi dam Memasak Rendang pada Idul Fitri, ini, merupakan Tradisi, dan Kehormatan Keluarga.
Jadi berapapun naiknya Harga Daging, di Pasaran, kita tetap akan beli semampu kita, pasalnya di samping sudah menjadi Tradisi, juga kasihan anak anak, kalau tidak makan "Randang dan Gulai Baga" di hari nan Fitri, "Pungkas ibu tiga anak ini dan berlalu.
Adapun dalam situasi saat ini sangatlah logis jika para Pedagang di Pasaran menaikan Harga Daging Sapi Potong, pasalnya selain tingginya Biaya Pemeliharaan Ternak di situasi Pandemi Covid - 19, ini juga ditambah Transportasi, lebih dari Luar Daerah.(Bagindo)


No comments:
Post a Comment