Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Miris! Potret Keluarga Korban Kapitalis

Monday, February 15, 2021 | Monday, February 15, 2021 WIB Last Updated 2021-02-15T09:28:37Z

Oleh: Erlita Nursafitri

Alumni Universitas Pancasila

 

Baru-baru ini di Bandung, Jawa Barat tengah menjadi sorotan lantaran seorang anak menggugat ayah kandungnya yang berusia 85 tahun senilai Rp 3 miliar. Selain itu hal lain yang menjadi sorotan adalah seorang pengacara kasus ini yang juga merupakan kakak kandung penggugat. Sang ayah digugat oleh anaknya karena tanah seluas 3.000 meter persegi, yang notabene milik orang tua Koswara, di daerah Cinambo, Kota Bandung, Jawa Barat.

Sang ayah berniat menjual tanah yang digunakan penggugat untuk berjualan kemudian dibelikan rumah dan juga dibagi-bagi pada anak-anaknya. Menurut seorang anggota komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi mengaku heran dengan keinginan penggugat yang mempersoalkan penjualan tanah dan mengarah kepada persoalan warisan, padahal warisan baru akan dibagikan kepada anak-anak ketika orang tuanya meninggal, sesuai ketentuan dan aturan agama.

Melihat beberapa kasus saat ini merupakan salah satu potret keluarga korban kapitalisme yang semakin merajalela. Saat ini orientasi terhadap materi menjadi pertimbangan utama dalam segala aspek. Dalam sistem ekonomi pada kapitalisme merupakan sebuah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada individu dalam kegiatan perekonomian. Prinsip dari sistem ekonomi kapitalisme adalah bagaimana cara individu memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Oleh karena itu banyak orang yang tidak lagi mempedulikan bagaimana cara mendapatkannya, apakah cara yang halal atau haram yang terpenting adalah mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Saat ini masyarakat sudah tidak lagi mempertimbangkan hukum syariat dalam pengambilan keputusan, sehingga dengan cara yang paling tidak manusiawi sekalipun akan tetap dijalankan dan tidak lagi ada moralitas sebagai manusia. Padahal Indonesia sendiri merupakan negara dengan penduduk yang mayoritasnya adalah beragama Islam. Hal ini sangat berlawanan dengan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang Muslim.

Masalah ini juga menunjukan kegagalan dari sistem yang ada pada sistem kapitalis, negara terlalu abai dalam pengawasan dan pembinaan terhadap masyarakat. Negara membiarkan masyarakat tergerus dalam sistem yang merusak moral mereka. Dengan minimnya pengetahuan masyarakat tentang tsaqafah Islam dan tidak adanya peran negara yang cukup sehingga menjadikan individu -individu saat ini semakin sulit untuk bertahan dalam sistem kapitalisme ini.

Jadi sudah pasti bahwa Islamlah solusi yang bisa menyelamatkan diri dari masalah ini, kembali kepada aturan dari Allah, dengan ini akan tercipta Islam yang rahmatan lil alamin. []

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update