Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MNC Pro L6BTQ+, Tidak Cukup Hanya Boikot Produk

Thursday, July 02, 2020 | Thursday, July 02, 2020 WIB Last Updated 2020-07-01T22:51:52Z
Oleh Cucu Aprilianti, S.H.
(Aktivis Remaja Islam)

Unilever merupakan perusahaan yang berbasis di Amsterdam Belanda pada tanggal 19 Juni lalu, melalui akun instagram telah resmi menyatakan diri berkomitmen mendukung gerakan L6BTQ+. (Dikutip republika.co.id, 29/6/2020).

Dukungan unilever terhadap gerakan L6BTQ+ telah menuai kecaman di dunia maya. Tidak sedikit seruan untuk memboikot produk unilever termasuk dari MUI. Unilever merupakan perusahaan yang besar yang mana produk-produknya tersebar di seluruh dunia bukan hanya di Indonesia maka menyerukan boikot produk unilever di Indonesia tidak ada jaminan bahwa dukungan terhadap L6BTQ+ akan dihentikan.

Meskipun aksi boikot tersebut bisa merugikan produsen, di negara Barat belum tentu ada aksi boikot produk unilever apalagi negara yang pro L6BTQ+. MNC yaitu perusahaan Multinasional yang mendukung L6BTQ+ yang dominan kapitalis berpijak pada liberalisme memberikan keuntungan besar bagi bisnis mereka.

Bentuk perlawanan terhadap L6BTQ+ tidak cukup hanya memboikot produk unilever akan tetapi dilakukan dengan upaya sistematis. Menghapus paham yang mengatakan bahwa L6BTQ+ merupakan hak asasi manusia yang harus dilindungi oleh negara. Paham ini justru kebalikannya karena menyalahi kodrat dan fitrah manusia.

Pandangan Islam tentang L6BTQ+ yaitu perbuatan yang sangat hina dan melampaui batas. Allah SWT berfirman : Dan Kami juga telah mengutus Nabi Luth kepada kaumnya. Ingatlah tatkala dia berkata kepada mereka : “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun di dunia sebelum kalian?.” (TQS. Al-A’raaf [7] : 80).

Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian kepada mereka, bukan kepada wanita. Kalian ini adalah kaum yang melampaui batas.” (TQS. Al-A’raaf [7] : 81).
Selain menghapus pemahaman yang keliru dan salah, perlu juga dihapuskannya sistem liberalisme yanag memperkuat L6BTQ+ karena sangat bebas dalam bergaul sehingga menyingkirkan norma-norma agama Islam.

Dalam hal ini perlu adanya peran negara sebagai perisai yang dapat menegakkan Ideologi Islam yang melahirkan individu dan institusi yang taat. Ideologi Islam hanya dapat ditegakkan dalam naungan Khilafah.  Wallahua’alam bishshawab.
×
Berita Terbaru Update