Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kesentrum Tagihan Listrik

Wednesday, June 10, 2020 | Wednesday, June 10, 2020 WIB Last Updated 2020-06-10T13:22:18Z
Oleh : Ummi Tita

Terkejut ibarat kesetrum, itulah hal yang diungkapkan oleh warga masyarakat ketika melihat lonjakan tagihan rekening listrik dibulan juni 2020. Lonjakan kenaikan tagihan rekening listrik ini dialami oleh pelanggan non subsidi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Merasa resah dengan kenaikan tagihan listrik yang hampir 40% dari bulan sebelumnya, masyarakat melakukan protes terhadap PLN pasalnya kenaikan tarif listrik ini bukan tuk pertama kalinya karena sejatinya kenaikan tarif listrik sudah dimulai sejak awal tahun 2020.

PT PLN (Persero) menekankan tidak ada kenaikan tarif listrik. Sebab, menaikkan tarif adalah kewenangan Pemerintah bukan PLN. Hal ini menegaskan soal kasus-kasus pelanggan pasca bayar yang tagihan listriknya bengkak beberapa waktu lalu. "Prinsipnya kami tidak pernah melakukan adjustment terhadap tarif karena itu domainnya pemerintah, dan bukan domain PLN," ujarnya melalui video conference, Sabtu (6/6/2020).

Menambah beban hidup masyarakat itulah kata yang tepat tuk menyikapi kondisi lonjakan tagihan rekening listrik tahun ini. Ditengah kondisi pandemi covid - 19, banyak yang kehilangan pekerjaan, penghasilan yang menurun drastis membuat rakyat semakin sulit. Apabila kita mengingat sebelumnya diawal tahun 2020 pemerintah telah menaikan tarif BPJS, tarif ruas jalan tol dan tarif pajak cukai maka hal ini membuat hati rakyat semakin menjerit.

Listrik sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat dalam menjalankan roda perekonomiannya. Industri kecil dan menengah yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat kelas bawah dan menengah membutuhkan asupan energi listrik. Namun sayangnya pemerintah sepertinya menjadikan listrik ini sebagai sumber bisnis tuk meraup keuntungan sebesar- besarnya. Listrik yang sejatinya menjadi sumber komoditas yang bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara gratis beralih fungsi menjadi ladang bisnis para kapitalis. Itulah kita tak bisa berharap pada sistem kapitalis yang saat ini tengah mencengkram kehidupan kita. 

Marilah kita tengok kehidupan yang sejahtera dalam naungan islam. Seluruh aspek kehidupan diatur oleh aturan yang berasal dari Rabb kita. 
Islam mengatur bahwa listrik yang digunakan sebagai bahan bakar masuk dalam kategori ’api’ yang merupakan komoditas tuk digunakan oleh masyarakat secara umum. Rasulullah saw bersabda:
”Manusia berserikat pada tiga hal: air, api dan padang gembalaan.” (HR. Muslim dan Abu Daud).

Syariat islam berlaku untuk semua umat dan golongan karena Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Lebih dari itu, untuk menyelesaikan problematika dan memperbaiki kehidupan masyarakat, yang harus dilakukan adalah kembali pada jalan Islam, yaitu dengan menerapkan syariah Islam secara kaffah. Inilah sesungguhnya yang menjadi kewajiban dan tangung jawab umat Islam yang harus segera diwujudkan di tengah-tengah kehidupan dunia ini.
Wallahu'alam bishowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update