Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketika Pancasila tak sejalan dengan Agama

Saturday, February 22, 2020 | Saturday, February 22, 2020 WIB Last Updated 2020-02-22T08:42:08Z
Oleh : Peni Sartika

Mengingat  jauh ke belakang tentang mereka yang bersepakat mendirikan negara indonesia di atas pondsi Pancasila. Apakah benar Pancaslla mampu dan sanggup membawa Indonesia lebih baik lebih adil lebih sejahtera lebih bermoral realitasnya berbaling terbalik dari nilai-nilai Pancasila hari ini indonesia benar-benar terpuruk dengan banyaknya kasus korupsi, kriminalitas, kemiskinan, hutang membengkak, pengangguran, pendidikan mahal, kesehatan mahal, kesenjangan sosial yang tidak masuk akal dan kerusakan alam yang rata di setiap sudut Indonesia.

Sejak dini anak bangsa indonesia di kenalkan dan wajib menghafal Pancasila yang menjadi ideologi negara ini padahal Pancasila itu sendiri bukanlah ideologi. mereka telah berbohong dan hari ini mereka membawa Indonesia menuju kebinasaan ketika negeri ini benar-benar mengekor pada Negeri penjajah yang menggeser kitab suci ke konstitusi dalam berbangsa dan bernegara. sebagaimana di nyatakan oleh Kepala BPIP: Dalam Berbangsa, Geser Kitab Suci ke KonstitusiYudian Wahyudi melambaikan tangan dilantik sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020. TEMPO/Subekti
“Saya mengimbau kepada orang Islam, mulai bergeser dari kitab suci ke konstitusi kalau dalam berbangsa dan bernegara. Sama, semua agama. Jadi kalau bahasa hari ini, konstitusi di atas kitab suci. Itu fakta sosial politik,” kata Yudian saat ditemui Tempo di Kantor BPIP, Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020.
Faktanya agama memang tidak pernah di beri porsi di dalam mengatur urusan berbangsa dan bernegara ini sungguh sangat berbahaya sebab akan mendatangkan adzab Allah dengan terang-terang mereka menolak dan memusuhi di atur oleh Allah. Agama yang menurut mereka akan dapat merusak negara dan bangsa.
Mengutik pernyataan Prof Suteki Pakar Filsafat Pancasila "Tidak tepat menjadikan agama sebagai musuh terbesar pancasila. Stetmen ini harus di lawan dengan edukasi terhadap umat bahwa agama apapun termasuk islam, tidak memusuhi pancasila. Jika terus melabeli seperti ini, kita patut menaruh curiga bahwa pancasila telah di maknai ala marxisme leninisme. Telah terpapar komunisme. Karena menempatkan agama sebagai racun". 
Sebenarnya racun yang rusak dan merusak adalah pemahaman yang lahir dari pemikiran manusia yang lemah dan terbatas seperti sekulerisme, sosialisme,liberalisme, komunisme dan demokrasi yang meracuni umat dan membunuh manusia secara keseluruhan untuk mematikan iman dengan menghidupkan ke kufuran.
 kesombongan yang congkak mereka telah merasa hebat dengan menanggalkan hukum Allah. Sungguh buruk apa yang akan mereka pikul nanti di hadapan Rabbul 'alamin. Sebab telah jelas mereka menjadi musuh agama ini. Sebab Al -Qur'an dan syariat lebih tinggi dan mulia yang tidak ada kebathilan padanya sebagaimana Firaman Allah dalam surat Al Fussilat ayat 42
لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ ۖ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ
Artinya :Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.
Sungguh keimanan kita hari ini sedang di giring  untuk menuju kekufuran dengan jahatnya dia mengatakan dalam berbangsa geser kitab suci ke konstitusi. Sungguh jika bukan karena iman kita akan megikuti mereka yang tersesat.
Sungguh islam hadir sebagai obat yang menyembuhkan islam ada  untuk membunuh dan melenyapkan kebathilan demi memenangkan dan menegakkan kebenaran. Sungguh musuh-musuh islam akan terus menyerang deen ini sampai Allah sendiri yang akan menakdirkan islam akan menang di atas muka bumi. Maka bahagialah kita yangvhari ini berjuang dalam barisan dakwah islamyang terpecaya.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update