Pemalakan Terhadap Rakyat Dengan Dalih Asuransi Sosial

Oleh : Ai Nuryani
Ibu Rumah Tangga

Ketua Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr HN Nazar mengatakan, dalam tiga tahun terakhir, sejumlah rumah sakit di Indonesia yang kerap menjadi rujukan dalam menangani penyakit jantung, terus menurunkan biaya pemasangan ring (stent).

Bahkan, ia menyebut, biaya pemasangan stent di Indonesia relatif lebih terjangkau bila dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

"Setahu kami, dari tiga rumah sakit, itu diambil mutu terbaik, harga terendah. Itu satu hal, ada datanya. Lalu biaya itu, di ASEAN, (Indonesia) terendah sebenarnya," kata Nazar dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (1/12/2019.

Dulu, sebelum BPJS, merk-merk untuk pasar stent yang paling terkenal, itu kalau tidak dikatakan ratusan (juta), itu puluhan (juta). Sekarang, tiga tahun terakhir ini, mereka (rumah sakit) berinisiatif, itu suatu bentuk untuk menurunkan biaya pemasangan ring," kata Nazar.

Sungguh ironis sekali dalam penanganan permasalahan kesehatan rakyat yang terjadi sekarang ini. Negara seolah lepas tangan, pasalnya jaminan kesehatan yang merupakan hak rakyat dan seharusnya menjadi tanggung jawab negara akhirnya berubah menjadi kewajiban rakyat. Negara melakukan pemalakan terhadap rakyat nya. Rakyat di paksa saling membiayai pelayanan kesehatan di antara mereka melalui sistem JKN dengan prinsip asuransi sosial.

Sudah jelas di sistem kapitalis yang menggerogoti JKN ini. BPJS hanya di jadikan pemalakan pada rakyat untuk mengisi pundi pundi negara. Sungguh sangat jauh berbeda dengan pelayanan di dalam islam.

Pelayanan kesehatan salah satu kebutuhan dasar masyarakat dan negara wajib menyediakan pelayanan kesehatan itu secara gratis. Seperti yang terdapat dalam hadist ini, sesuai dengan sabda Rasulullah saw ;
"Imam adalah pemelihara dan dia bertanggung jawab atas rakyat nya." (HR Albukhari dari Abdullah bin umar).

Untuk itu bahwa negara wajib menyediakan pelayanan kesehatan secara gratis untuk seluruh umatnya. Dan itu menjadi hak setiap individu, tanpa memandang tingkat ekonominya, apakah mereka fakir maupun kaya tetap berhak mendapat layanan kesehatan secara samam sesuai dengan kebutuhan medisnya.

Maka untuk itu negara wajib mengalokasikan anggaran belanjanya untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan bagi seluruh rakyatnya. Negara tidak boleh lalai terhadap kewajiban nya dan tidak boleh negara mengalihkan tanggung jawabnya kepada pihak lain seperti kepada rakyatnya sendiri, dan untuk dana tersebut bisa dipenuhi dari sumber2 pemasukan negara yang telah ditetapkan syariah seperti dari hutan, tambang, hasil laut dan sebagainya.

Dan semua itu akan lebih dari cukup untuk menyediakan pelayanan kesehatan berkualitas dan gratis bagi seluruh rakyat.
Dan semua itu hanya bisa tetwujud, apabila syariat islam diterapkan. Untuk itu kewajiban kita semua sebagai umat islam untuk sesegera mungkin mewujudkannya. Lebih dari itu mewujudkannya adalah kewajiban syar,i dan konsekwensi dari aqidah islam yang kita yakiniWallahu’alam Bi Shawwab.

Post a Comment

Previous Post Next Post