Kecanggihan Teknologi dan Tanggung Jawab Pemimpin




Oleh : Yuningsih
Ummu Warabbatul Bayt dan Member AMK


Di zaman milenial sekarang ini, berbagai teknologi sudah semakin canggih. Seperti halnya teknologi di bidang komunikasi yang perkembangannya pesat. Teknologi dibidang komunikasi ini awalnya hanya berfungsi sebagai alat komunikasi (menelepon) saja. 

Namun seiring perkembangan zaman, alat ini berubah menjadi alat yang multifungsi. Dahulu alat ini hanya bisa di simpan di rumah dan kepemilikannya hanya orang-orang tertentu yaitu masyarakat yang berstatus sosial menengah ke atas. Sekarang alat ini lebih fleksibel, bisa dibawa kemana saja tanpa batasan tempat, waktu dan siapapun mampu memilikinya. Bahkan tidak ada batasan usia dalam kepemilikannya, mulai dari usia balita, anak-anak, remaja hingga manula.

Dia adalah gadget, dawai atau Handphone (HP). Keberadaan handphone sebagai alat komunikasi dan informasi pada saat ini sangat menunjang beragam aktivitas baik dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, sosial, dakwah maupun dalam instansi-instansi perkantoran baik swasta maupun pemerintah. Tentu saja karena dilihat dari fungsinya yaitu sebagai alat komunikasi (informasi).

Dilansir dari laman Jabargalamedia news.com memberitakan bahwa para Ketua RW Se-Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung menerima HP "Sapa Warga" dari Gubernur Jawa Barat,  Ridwan Kamil. Pemberian HP gratis dari Kang Emil, sapaan akrabnya merupakan realisasi janjinya beberapa waktu sebelumnya jika seluruh ketua RW se-Jabar akan diberikan HP (Kamis, 3 Oktober 2019).

Hal senada diungkapkan Camat Solihin ketika dikonfirmasi, membenarkan jika seluruh Ketua RW di 6 desa di Kecamatan Cileunyi menerima HP Sapa Warga. "Dari 6 desa, tinggal Ketua RW Desa Cibiru Wetan yang belum menerima karena dalam proses. Hari ini, Kamis (3/10/2019) HP Sapa Warga diberikan kepada para Ketua RW di Desa Cinunuk" ujarnya  kepada wartawan di Cileunyi, Kamis sore.

Dengan adanya fasilitas tersebut, seharusnya dimanfaatkan oleh aparatur pemerintah untuk semakin mempermudah pelayanan terhadap masyarakat. Sehingga dengan adanya program "Sapa Warga" berbagai keluhannya dapat tersampaikan pada pemerintah pusat. Keluhan harga-harga kebutuhan hidup semakin mahal, iuran BPJS, listrik, sekolah, biaya kesehatan yang semakin mencekik. Ditambah dengan kemacetan, sulitnya mencari kerja, PHK dimana-mana, kriminalitas, kekeringan.
 Meskipun cara ini menjadi langkah awal terjalinnya komunikasi antara perangkat desa dengan pemerintah dalam melayani masyarakat. Sehingga diberikan solusi atas setiap keluhan masyarakat. Namun kenyataannya hidup masyarakat tetap susah dan tidak sejahtera terutama kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah khususnya di Jawa Barat. Dengan sumber daya alam yang melimpah malah dikelola asing dan aseng tapi masyarakat tidak menikmati. 
Maka pemberian handphone untuk program "Sapa Warga" tidak berpengaruh bagi perubahan hidup masyarakat Karena yang dibutuhkan masyarakat adalah perubahan sistem. Sementara sistem sekarang kapitalis sekuler, membuat masyarakat hanya mengejar uang karena segala sesuatu harus dibayar. Kesimpulannya Sistem kapitalis sekuler membuat masyarakat tidak sejahtera. 
Sedangkan dalam Islam, seorang khalifah yang memimpin negara harus mengurusi urusan masyarakat berdasarkan Al Quran dan As Sunah. Khalifah dalam menjalankan negara dibantu dengan para menteri. Dalam urusan birokrasi, melayani masyarakat dengan memegang prinsip amanah dari Allah. Pemimpin yang baik yaitu cepat tanggap dalam permasalahan yang dihadapi oleh warganya seperti halnya khalifah Umar bin Khattab yang bersegera memberikan bantuan makanan yang diambilnya langsung dari Baitul Mal bahkan langsung dengan tangannya sendiri memasak makanan tersebut kemudian menghidangkannya. Semata-mata karena memahami bahwa kepemimpinan. Sehingga masyarakat dalam menerima aturan dengan landasan keimanan pada Allah Swt.

Pemimpin yang baik yaitu pemimpin yang dapat memberikan ketenangan pada masyarakatnya selain bisa memberikan kesejahteraan dan kemakmuran. Karena tugas dari pemimpin yaitu sebagai pengemban amanah dari masyarakat yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. 

"Seorang imam adalah penggembala dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas gembalaannya."  (HR.Muslim Bukhari).

Dengan demikian kecanggihan teknologi akan berbanding lurus manakala seorang pemimpin melaksanakan tugasnya dengan baik. Dan pemimpin yang baik akan mencari tahu sendiri apa yang sedang dihadapi oleh masyarakatnya sebagaimana Khalifah Umar yang biasa melakukan blusukan untuk mengetahui kondisi rakyatnya, tidak hanya mengandalkan laporan dari pejabat yang dibawahnya.

Komunikasi antara rakyat dan pemimpin mutlak diperlukan, selain untuk menginformasikan berbagai keluhan masyarakat juga untuk menyampaikan amar makruf nahyi munkar. Kecanggihan teknologi tanpa dibarengi kesadaran untuk tunduk pada seluruh aturan Allah Swt, tanpa menjadikan Islam sebagai solusi maka hanyalah teknologi. Berbagai masalah tetap terjadi selama kapitalisme sekular diterapkan. Sudah seharusnya campakkan kapitalisme sekular ganti dengan sistem Islam atau khilafah.

Wallahu a'lam bi ash shawab.

Post a Comment

Previous Post Next Post