Demokrasi Ilusi, Islam Arah Perubahan Hakiki

Oleh : Masita
(Anggota Smart With Islam Kolaka)

Kondisi perpolitikan Indonesia akhir-akhir ini semakin memanas, rentetan peristiwa terus saja terjadi dan tak ada hentinya. Mulai dari liberalisasi remaja hingga radikalisasi ajaran Islam terus terjadi di negeri yang mayoritas Muslim ini. Meski demikian, persatuan umat Islam juga terus menunjukkan adanya perubahan meski persekusi, islmophobia terus mendera mereka. Sebaliknya, umat islam semakin menunjukkan persatuannya ditengah upaya pemberangusan simbol dan ajaran Islam tersebut.

Seperti dilansir oleh CNN Indonesia, Jakarta -- Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Front Pembela Islam (FPI) serta beberapa ormas Islam lainnya bakal menggelar Parade Tauhid Indonesia di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu mendatang (28/9). Rute yang akan ditempuh yakni dari Senayan menuju Monas. Berdasarkan poster berisi imbauan yang diterima CNNIndonesia.com, acara tersebut bertajuk Tauhid untuk Selamatkan Negeri, Tausiyah, Pawai Bendera Tauhid dan Doa untuk Negeri. Parade akan dimulai pada pukul 06.00 hingga 11.00 WIB. Ketua PA 212 Slamet Maarif mengatakan bakal ada beberapa aspirasi yang akan disampaikan dalam acara parade tauhid nanti. Salah satunya "Tolak kebangkitan PKI, persatuan umat Islam, dan Pulangkan Habib Rizieq Shihab," tutur Slamet.

Disisi lain, intervensi pemerintah terhadap islam membuat masyarakat semakin banyak yang sadar dan mulai mengkaji islam, ditambah banyaknya fenomena masalah yang terjadi serta bencana alam yang silih berganti memperingati. Kediktatoran penguasa hari ini dan kebenciannya terhadap kebangkitan islam menjadi langkah awal bagi jama’ah dakwah terus melancarkan penyadaran di kalangan masyarakat. Keburukan sistem demokrasi makin tersingkap kebobrokannya mulai dari kasus korupsi, karhutla, iuran BPJS semakin mencekik, impor ditengah melimpahnya produksi pertanian, hingga konflik disintegrasi bangsa. Inilah yang menjadi bukti demokrasi telah gagal menyelesaikan problem hidup manusia hingga tuntas. Di sinilah pentingnya perubahan hakiki ini dihadirkan. Karena itu, arah perubahan hakiki itu hanya datang dari Islam.

Islam, Arah Perubahan Hakiki
Saat ini, Indonesia membutuhkan solusi Islam untuk memulihkan stabilitas, pemerintahan yang baik dan implementasi Islam yang sesungguhnya. Penghapusan sistem sekular yang korup, yang didukung kolonialis perlu diberlakukan secara permanen. Dengan itu Indonesia dan dunia Muslim dapat menghapus kebijakan imprealisme kapitalis sekuler yang melumpuhkan negara-negara Muslim. Setelah ini, dunia Muslim akan memulai proses penyatuan alami di bawah sistem Islam dan sekali lagi menjadi pemimpin dunia seperti selama berabad-abad.

Faktanya dahulu islam pernah berjaya dan menguasai 2/3 bagian dunia dalam bingkai institusi politik, umat manusia di atur dalam aturan yang sama yakni islam. Umat harus memahami bahwa perubahan itu tak cukup memperbaiki diri saja, melainkan melakukan suatu perubahan masyarakat secara mendasar dan menyeluruh. Allah SWT berfirman, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (Q.S Adh-Dzhaariyat : 56)

Perubahan hakiki adalah perubahan dan peralihan dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari segala bentuk kejahiliahan menuju Islam dan dari masyarakat jahiliah menuju masyarakat Islam. Perubahan tentu tidak akan datang begitu saja. Perubahan itu harus kita usahakan. Allah SWT berfirman: “…Sungguh Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri… (TQS ar-Ra’du [13]: 11).

Sejatinya kaum muslim berjuang mewujudkan perubahan hakiki dengan islam kaffah. Mengganti sistem demokrasi dengan islam, agar persoalan dapat diselesaikan dengan tuntas. Menjadikan setiap individu sadar atas tujuan hidupnya, dan bergerak menuju perubahan melalui jalan pergerakan kebangkitan islam yang dimulai dari proses berfikir. Perubahan itu perlu diarahkan dengan berbasis ideologi. Rasulullah saw. telah mendapatkan wahyu dari Allah SWT yang mengatur semua perkara. Wahyu tersebut sekaligus menjadi pedoman hidup yang wajib diamalkan oleh kaum Muslim. Jika dicermati, wahyu juga merupakan ideologi karena terdiri dari ide dasar (akidah) dan berbagai sistem kehidupan yang bersumber dari ide dasar tersebut (syariah). Selain itu ideologi tersebut berisi konsep dan metode untuk membumikan ideologi tersebut. Metode untuk mewujudkan ideologi tersebut adalah negara. Inilah tujuan perubahan yang diusung oleh Rasul dan para sahabat: membumikan ideologi tersebut di tengah-tengah masyarakat dengan jalan menegakkan syariah Islam.

Alhasil, kaum Muslim harus menolak ide-ide politik Barat seperti demokrasi dan kembali ke pemikiran politik Islam yang memberi kita pendekatan khusus untuk negara dan masyarakat yang sepenuhnya sesuai dengan fitrah manusia. Jadi perubahan orang tanpa di ikuti perubahan sistem yang di anut tidak akan menghasilkan perubahan apapun. Sistem perundang-undangan tetaplah seperti semula sehingga masyarakat tetap hidup dalam penderitaan, kezaliman dan kenistaan. Pertanyaannya, kemana perubahan ini semestinya diarahkan?

Untuk mengetahui arah perubahan, kita harus memahami persoalan utama kita. Allah SWT mewajibkan kita mengamalkan seluruh hukum Islam dan menerapkanya di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Allah SWT Berfirman : Apa saja yang Rasul berikan kepada kalian terimalah. Apa yang dia larang atas kalian, tinggalkanlah (Q.S. al-Hasyr (59) : 71 ). 

Dengan demikian kunci perubahan hakiki itu adalah mencampakkan sisitem sekuler destruktif menuju penerapan syariah Islam secara kaffah atas semua warga negara di dalam Daulah Islam. Dan menjadikan bulan muharram sebagai tonggak kelahiran umat Islam yang memiliki negara yaitu Khilafah. Jika ingin negeri kita ini kuat, aman, sejahtera, mandiri dan berdaulat, jawabannya pasti hanyalah dengan menerapkan sistem Islam. Wallahu a'lam bi ash-shawab.

Post a Comment

Previous Post Next Post