Penghapusan Kurikulum Agama, Jauhkan Pemuda Dari Islam

Oleh : Isma Adwa Khaira
Lingkar Pendidik Peradaban


Baru-baru ini wacana akan penghapusan pembelajaran perang dalam Sistem Kebudayaan Islam mendapatkan banyak perhatian. Ketiadaan materi perang ini akan mulai diberlakukan ditahun ajaran baru 2020 mendatang.

Peniadaan materi tentang perang ditahun depan dilakukan untuk menghapuskan pandangan yang selalu mengkaitkan antara perang dan Islam. Dimana harapannya para pelajar akan memiliki toleransi tinggi kepada penganut agama yang lain. Begitulah ucapan dari Ahmad Umar selaku Direktur Kurikulum Sarana dan Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kementrian Agama.

Hal membahayakan ini dilakukan agar Islam tidak lagi disebut sebagai agama radikal yang memunculkan bibit-bibit radikalisme ditengah arus kebangkitan Islam yang mulai menggeliat. Bahkan, pemerintahpun memberi aba-aba untuk mulai menghapus keseluruhan pembelajaran agama.

Nyatanya, Kementrian harus benar-benar jeli dalam memahami makna perang dalam sejarah Islam. Karena dengan peranglah kebebasan atas sebuah negeri justru terjamin. Tidak seperti perang di zaman ini yang digunakan dengan dalih terorisme menggenosida jutaan kaum muslim tidak peduli dia anak-anak, perempuan dan orang yang sudah tua. 

Framing jahat tidak berhenti digaungkan oleh para kapitalis dan sekuleris dengan tujuan kaum muslim islamophobia terhadap agamanya sendiri. Kita bisa lihat bagaimana output dari pendidikan ala kapitalis yang diajarkan disekolah-sekolah hari ini sehingga membuat pergaulan bebas, aborsi, narkoba, begal, dan lainnya telah melekat pada pelajar.

Pembelajaran agama yang hanya hitungan jam dalam seminggu berbanding jauh dengan perusak pelajar 24 jam nonstop. Mulai televisi yang vulgar, medsos tanpa saringan dan banyak hal yang membuat pelajar hari ini begitu terpuruk. Lalu bagaimana jika pembelajaran yang hanya beberapa jam dalam seminggu itupun akan dihapuskan? Apalagi banyak sisi keheroikkan seorang pemuda dalam perang yang telah terjadi dimasa lampau?

Sebutlah Muhammad Al Fatih yang berusia 20an tahun mampu menakhlukkan sebuah negara adidaya dan menjadi seorang pemimpin negara. Seorang penghafal Al Qur'an yang seluruh pendidikannya berdasar pada Islam.

Islam adalah agama paripurna yang sudah lengkap mampu menyelesaikan segala problematika kehidupan manusia. Begitupun dalam hal pendidikan. Islam sudah memiliki kurikulum yang mumpuni untuk dapat mencetak generasi cemerlang disetiap peradaban.

Pengalihan pembelajaran Islam yang dicanangkan oleh penguasa tidak lain karena ketakutan mereka akan kebangkitan Islam kaffah dalam bingkai kekhilafahan. Karena jika khilafah yang telah dijanjikan berdiri maka hegemoni para kapitalis akan hancur. Dan mereka tidak akan mendapati kekayaan yang mereka kejar dalam kehidupan.

Maka wajar jika penguasa mencanangkan penghapusan  pelajaran agama disekolah agar para pelajar tidak mengerti tentang Islam kaffah dan jauh dari agamanya sendiri. Dan membuai para pelajar dengan Fun, Fashion dan Food yang membuat mereka menjadi loyo tidak selayaknya pemuda dimana kekuatan itu begitu besar dibanding anak-anak dan orangtua.

Ingatlah akan nasehat Presiden Indonesia pertama, bahwa beri ia 1.000 orang tua, niscaya akan ia cabut semeru dari akarnya. Beri ia 10 pemuda niscaya akan ia guncangkan dunia. Inilah kekuatan pemuda.

Karenanya, penghapusan pembelajaran agama hanya sebuah propaganda untuk menjauhkan pemuda dari Islam dan menghadang tegaknya sistem Islam dengan dakwah dan jihad sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah.

Allâh Azza wa Jalla berfirman menjelaskan dalam firman-Nya:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allâh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allâh [al-Ahzâb/33:21]

Apapun yang diajarkan oleh Rasulullah adalah teladan yang paling baik yang harus kita ikuti sebagai seorang muslim. Maka sungguh framing jahat jika menganggap apa yang diajarkan Rasulullah membawa keburukan. 

Wallahu A'lam bis showab

Post a Comment

Previous Post Next Post