Dalam kunjungannya, Puspayoga, didampingi Gubernur Sulsel, DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH melakukan peluncuran 100 ribu Kartu Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) untuk Provinsi Sulawesi Selatan. Puspayoga menjelaskan, kartu IUMK ini digunakan agar usaha kecil bisa mendapatkan izin secara mudah sehingga usaha mereka bisa berjalan dengan baik.
"UKM akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Untuk itu UKM harus kita genjot sehingga segala kegiatan yang mereka lakukan bisa berlangsung," ujar Puspayoga.
Sementara Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya UMKM, Meliadi Sembiring menerangkan kegiatan BIMP-EAGA merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun. Untuk periode ketiga BIMP -EAGA , terdapat 10 stan untuk negara tetangga. Sementara UKM di Indonesia diberikan 30 stand.
"Acara ini diselenggarakan untuk menanggulangi kesenjangan yang terjadi di beberapa daerah ASEAN Timur. Kami harap keberadaan BIMP-EAGA ini mampu membangkitkan perekonomian UKM tersebut," ungkap Meliadi.
Selain stand produk dari Sulawesi Selatan, acara BIMP-EAGA Expo 2015 yang berlangsung 9-11 September ini menghadirkan stand UMKM dari berbagai Provinsi seperti, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Selain menawarkan macam-macam makanan tradisional, stan-stand tersebut menjual berbagai kain tenun khas daerah. Terdapat juga stand dari semua negara yang menyajikan makanan dan produk negara masing-masing.
Gubernur Sulsel menambahkan, BIMP-EAGA Expo 2015 yang dilaksanakan di Makassar menjadi sebuah penggambaran akan perhatian pemerintah pusat terhadap Sulsel yang terus mengalami perkembangan.
Kegiatan ini juga harus menjadi komitmen bersama bagiamana bangsa dan negara Indonesia,harus terus maju kedepan,mengingat potensi sumber daya alam yang sangat besar.**
