Gubernur Irwan Prayitno membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Terpadu Penanganan Konflik Sosial Bagi Aparatur, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Pemuda Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Polda Sumbar. Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolda, Danlantamal, Danrem, Danlanud, Ka Badan Kesbangpol Sumatera Barat. 

Dalam kesempatan terseubut Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan, kita semua memiliki rasa tanggungjawab dan pentingnya kesiapan menjaga terhadap persoalan yang menyangkut konflik sosial masyarakat. Walaupun kita tahu Sumatera Barat relatif aman dari konflik sosial tersebut, sesuai dengan budaya dan kultur masyarakat Sumbar yang lebih cinta damai, dengan mengemukan dialog dan musyawarah mufakat dalam setiap persoalan yang terjadi. 

Sehingga jika didaerah ini tidak begitu banyak yang melakukan kegiatan demontrasi massa, jikapun ada jumlah amat sedikit sekali. Karena masyarakat kita lebih suka memperlihatkan dirinya dengan kemampuan otak bukan otot. Namun dari semua itu semua masyarakat Sumatera Barat tetap wamas diri, meminimalisir setiap terjadi persoalan konflik ditengah-tengah masyarakat dalam upaya kita memajukan pembangunan Sumatera Barat ini. 

Kondisi yang nyaman, tenang dan aman tentunya juga akan memberikan dampak perhatian para investor memasukan modalnya dalam memajukan pembangunan daerah. Selain itu rasa aman dan tentram juga berdampak pada meningkatnya kunjungan wisata dan meningkatnya berbagai kegiatan yang dilakukan di daerah ini baik itu kegiatan nasional maupun kegiatan masyarakat daerah lain yang ingin melakukan kegiatannya di daerah ini. 

Kondisi nyaman dan tentram juga akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat kita tentunya. Kita juga juga merasa bangga dan senang, dimana daerah ini dikunjungi Presiden SBY selama 4 hari di Sumbar yang belum pernah Presiden terlama berada di suatu daerah. Kondisi ini juga patut kita syukuri bersama, dimana berbagai event nasional telah banyak digelar di Sumatera Barat yang menandakan daerah ini aman dan nyaman untuk dikunjungi. 

Selain memiliki wisata yang indah juga memiliki wisata kuliner yang enak. Berbagai macam bentuk makanan khas Sumatera Barat yang digemari banyak orang baik nasional maupun internasional. Tentunya semua itu menjadi rasa bangga dan senang milik bersama. 

Namun terlepas dari semua itu kita juga perlu mewaspadai sifat orang minang yang ingin selalu untung serta persoalan perut, dimana sering terjadi konflik lahan seperti di Pasbar, Dhamasraya, serta beberapa daerah lainnya yang seharusnya tetap menjadi perhatian kita bersama, menjauhkan diri dari konflik yang bersikap anarkis yang sesungguhnya dapat merugikan kemajuan pembangunan daerah dan masyarakat. 

Karena itu keterbukaan, saling berkoordinasi dan saling bersilaturrahmi serta dialog yang baik antar lembaga, instansi dan masyarakat perlu terus kita tumbuhkan secara baik sinegritas, ungkapnya. Zardi