Padang, Nn ~
Gubernur Irwan Prayitno bersama Walikota Padang Fauzi Bahar melepas 3257 orang peserta Lomba Napak Tilas Peringatan Hari Bela Negara memperebutkan piala Gubernur Sumatera Barat dan Kenderaan Bermotor dari Walikota Padang, di Halaman Kantor PT Semen Padang, Selasa malam (18/12). Hadir dalam kesempatan itu Kadis Pemuda dan Olahraga Sumbar H. Priadi Syukur,SH, Drs. Firdaus Ilyas sebagai ketua penyelenggara, serta beberapa orang kepada SKPD dilingkungan Pemko Padang.

Gubenur Irwan Prayitno dalam sambutanya menyampaikan,  suatu kebangga yang besar sumbangsih masyarakat Sumatera Barat ikut dalam satu mata rantai penjuangan kemerdekaan Republik Indonesia terhadap kehadiran Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) tanggal 19 Desember 1948 yang telah ditetapkan sebagai Peringatan Hari Bela Negara.

Ini suatu bukti bahwa nilai-nilai kejuangan masyarakat Sumbar satu tujuan dalam menjaga keutuhan Republik Indonesia pada awal-awal kemerdekaan. Untuk itu semangat dan motivasi ini mesti terus kita lestarikan dan budaya kepada generasi muda sebagai penerus kejayaan bangsa. Atas keikut serta dan kehadiran para peserta Napak Tilas Peringatan Hari Bela Negara se kota Padang diberikan apresiasi semoga upaya ini dapat menjadi kegiatan sosialisasi kelestarian nilai-nilai rasa kebangsaan ditengah generasi muda kita saat ini.

Kita berharap tahun depan kegiatan ini dapat diikuti oleh peserta napak tilas se Kabupaten / Kota Se Sumatera Barat. Tentunya ini menjadi sesuatu yang besar dan menjadi kebangga kita bersama dalam menumbuhkan semangat dan nilai-nilai juang  kepada masyarakat dan generasi muda di Sumatera Barat.  Dan rute perjalan napak tilas ini tentu juga diharapkan menyesuaikan dengan peristiwa perjuangan PDRI di Daerah ini, jika perlu masyarakat kita libatkan dalam penyediaan makan bagi peserta yang lebih dikenal dengan nasi bungkus rakyat untuk PDRI, himbaunya.

Irwan Prayitno juga menyampaikan, kegiatan napak tilas perjuangan ini akan kita upaya sampai ke tingkat nasional, sebagai kalender tetap penting setiap tahun di Sumatera Barat. Kita menyakini kegiatan ini sebagai salah satu strategi bisa menginventarisasi berbagai persoalan yang terkaitan nilai-nilai kebangsaan yang terjadi saat ini.

Kita menyadari dinamika era globalisasi selama 15 tahun terakhir yang telah membawa perubahan begitu cepat dari segala aspek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Proses reformasi yang sedang berjalan saat ini merupakan proses konsolidasi bangsa Indonesia menuju masyarakat demokratism dan berkesadaran untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat dari waktu ke waktu.

Disamping derasnya arus glonalisasi belum dapat kita manfaatkan secara baik, hal ini tentunya berdampak terhadap persoalan bangsa baik bidang ideologi, politik, sosial ekonomi maupun hankam yang terindekasikan degradasi nilai-nilai moral, etika, nilai kejuangan, semangat bela negara/ patriotisme serta menguatnya primordialisme.

Untuk tantangan dan apa-apa yang terjadi saat ini, marilah bersama-sama kita selalu menjaga kondisi daerah harmonis dengan rasa aman dan nyaman untuk kemajuan pembangunan di daerah ini, ajaknya.