Padang, Nn ~ Menyikapi seruan presiden dan surat edaran dari kementrian Hukum dan HAM, yang mana setiap lapas harus memperketat sistim keamanan agar tidak terjadinya kerusuhan dalam lembaga permasyarakatan, yang belum lama ini terjadi di lapas tanjung gusta Medan dan yang terbaru kerusuhan  dilapas  Sulawesi.

 Lapas kelas II padang sudah melakukan tindakan prepentif terhadap warga binaannya untuk menanggulangi  indikasi akan terjadinya tindakan anarkis yang akan dilakukan warga binaan, dengan cara melakukan pendekatan secara persuasiaf terhadap napi, Ini disampaikan Destri Syam Bc SH, MH, selaku kepala lembaga permasyarakatan Padang pada Nusantaranews saat diwawancarai diruangnya (18/12).

 Selain keamanan dalam lapas, pihaknya juga mawas terhadap potensi kejahatan dari luar, yang mana nantinya berimbas kedalam lapas. Maka dari itu pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI, Kepolisian serta Pemda Sumbar agar tindakan makar yang dirancang diluar tidak sampai ke dalam lapas, kata Destri. Sedangkan didalam lapas sendiri, pihaknya selalu mengontrol kegiatan para warga binaan. Setiap kegiatan  dilakukan warga binaan yang bisa mengundang kerusuhan  bisa diatasi atau dicegah dengan cepat , sehingga tidak menyebar luas, kata Darwan selaku Kepala KPLP menambahkan.

Dalam lapas sendiri kontrol dilakukan nonstop 24 jam tanpa henti, agar keamanan bisa terus terjaga dengan maksimal.  Untuk memaksimalkan kontrol terhadap warga binaan maka diberlakukan sistim kelompok yang dibagi dalam tiga shift  jaga. Tiap kelompok digawangi  10 orang petugas jaga yang bertugas pagi, siang dan malam secara bergantian.

Walau over capacity  saat ini, yang mana lapas padang hanya bisa menampung  411 orang  napi, sekarang dihuni sebanyak  895 orang napi, pihaknya selalu siaga dalam menjaga keamanan dalam lapas. Ini tidak terlepas dari kerja keras serta pendekatan secara persuasif terhadap para napi sehingga mereka selalu taat akan aturan yang telah diterapkan. “ kita senantiasa membangun jembatan hati dengan para napi, sehingga terciptanya kondisi yang kondusif dalam lapas” ini yang diutarakan Destri.

Disadari Destri bahwa lapas kelas II Padang sangatlah kekurangan SDM dengan kondisi saat ini, namun pihaknya selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam menjaga kualitas keamanan dilapas.”jika Hak Azazi para napi terpenuhi niscaya tindakan anarkis tidak akan terjadi dalam lapas”, Destri menambahkan…..mond