N3, Bontang ~  Pabrik 5 PT. Pupuk Kaltim yang akan diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), ternyata akan menyerap tenaga kerja yang sangat besar. Diperkirakan serapan tenaga kerja untuk pengoperasian Pabrik 5 PT. Pupuk Kaltim itu akan mencapai 6.477 tenaga kerja.
Setelah beroperasi, pabrik ini akan menjadi pabrik pupuk terbesar di kawasan Asia. Kehadiran pabrik pupuk ini sangat diharapkan dapat meningkatkan semangat para petani untuk membangun pertanian di daerah.

“Bagi daerah ini satu hal yang sangat membahagiakan. Ribuan tenaga kerja akan diserap dan petani kita juga akan lebih tenang, karena ketersediaan pupuk di daerah ini, seharusnya akan lebih tercukupi," kata Walikota Bontang Adi Dharma saat gladi kotor peresmian Pabrik 5 PT Pupuk Kaltim di halaman Kantor Pusat PT PKT Bontang.

Menurut Adi Dharma, pabrik baru ini, diyakininya Kota Bontang akan semakin berkembang pesat. Sebelumnya, untuk pembangunan pabrik ini setidaknya diperlukan  sekitar 2.000 tenaga kerja.
“Saya yakin, operasional pabrik baru ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat daerah ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan sukses pengembangan sejumlah industri di Kota Bontang maupun di daerah lain di Kaltim merupakan hasil kerjasama dan tanggungjawab semua pihak, terutama seluruh warga Kaltim.

“Saya minta seluruh masyarakat Kaltim umumnya dan Kota Bontang khususnya, menjaga keamanan dan ketertiban dan situasi yang kondusif. Yang sudah bagus kita mempertahankan dan  kalau bisa terus ditingkatkan untuk masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Sebelumnya Awang berharap Juli lalu Presiden Jokowi berkenan datang ke Kaltim untuk meresmikan Pabrik 5 PT. Pupuk Kaltim. Tetapi, karena banyak tugas yang dilaksanakan, sehingga bulan ini baru bisa terwujud dan itu artinya siap beroperasi penuh.
Menurut gubernur, keberadaan Bontang sebagai kota industri harus terus dijaga, karena tidak banyak kota di Indonesia seperti Bontang. 

Dia mengatakan Keppres Nomor 1/2010, telah menetapkan ada dua klaster industri di Kaltim, yaitu klaster industri berbasis gas dan kondensat di Kota Bontang dan klaster industri berbasis oleochemical di Maloy, Kutai Timur. Ini menjadikan Kaltim sebagai salah satu provinsi penghasil minyak sawit (crude palm oil/CPO) terbesar di Indonesia.**