Padang, Teluk Bayur ~ Dalam rangka meningkatkan Visitasi wawasan kebangsaan 28 orang Peserta Diklat PIM III Pola Baru Angkatan II dilingkungan Pemprov, Sumatera Barat melakukan Kunjungan Ke Markas Danlantamal II, Jum'at pagi (4/3). Ikut mendampingi Ir. Isman Basri, MS, Dra. Herita Dewi, MM, Direktur Pelatihan Hj. Yudi Siandhini dari Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat.

Danlantamal II Laksamana Pertama TNI Didin Kurnadi dalam kesempatan itu menyampaikan, Indonesia merupakan negara kepulaan Terbesar di Dunia. Sejarah Sriwijaya dan Majapahit telah memperlihatkan kejayaan bangsa Indonesia sebagai negara maritim yang disegani dan ditakuti lawan.

Masuknya kolonial Belanda selama 350 tahun dan penjajahan Jepang selama 3 tahun, telah membuat kecelakaan sejarah Indonesia menjadi negara Agraris. Pendiri bangsa Soekarno telah menyuarakan kembalikan kejayaan maritim Indonesia, ujarnya.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim.

Penegakkan kedaulatan wilayah laut NKRI, revitalisasi sektor-sektor ekonomi kelautan, penguatan dan pengembangan konektivitas maritim, rehabilitasi kerusakan lingkungan dan konservasi biodiversity, serta peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kelautan, merupakan program-program utama dalam pemerintahan Presiden Jokowi guna mewujudkan Indonesia sebagai proros maritim dunia.

Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia mengingat Indonesia berada di daerah equator, antara dua benua Asia dan Australia, antara dua samudera Pasifik dan Hindia, serta negara-negara Asia Tenggara. Untuk dapat menjadi poros maritim dunia maka sistem pelabuhan di Indonesia harus dimodernisasi sesuai dengan standar internasional sehingga pelayanan dan akses di seluruh pelabuhan harus mengikuti prosedur internasional, ungkapnya

Dindin Kurnadi juga menyampai, dalam UU No 34 Tahun 2004 tentang Tugas TNI, pasal 7 menyatakan 3 fungsi Angkatan Laut, Militery, Policional dan Diplomatik. Bagi kita Indonesia laut merupakan media persatuan, media perhubungan, media gali SDA dan media pertahanan.

Dan perlu di ketahui kekuatan Indonesia yang ditakuti dunia internasional adalah kebersamaan TNI dan rakyat. Ketika banyak negara mencoba mempengaruhi kedaulatan Indonesia di laut, terutama selat Malaka, TNI Angkatan Laut Indonesia mampu menjawab kerisauan dunia terhadap kondisi keamanan diselat tersebut dengan baik, hingga saat ini, ujarnya

Kepada para Peserta Diklat PIM III Pola Baru Angkatan II , Danlantamal mengajak, jadilah pemimpin yang mau tidak mau harus menjadi contah teladan bagi bawahanya. Jangan ada keluh kesah dalam menjalankan tugas, pesannya

Kunjungan ini menjadi bahan inspirasi dan pembahasan bagi peserta Diklat terhadap wawasan kebangsaan, “ Jalesveva Jayamahe “, dilaut kita jaya.