Supaya pelaksanaan Ibadah Ramadhan di Masjid Raya Sumatera Barat berjalan optimal, Pemerintah Provinsi menambah daya listrik di Masjid tersebut. Daya listrik yang sebelumnya hanya 5.000 Watt, kini dinaikkan menjadi 41.500 Watt. 
 
“Sebenarnya masih banyak sarana Masjid Raya yang belum terselesaikan, seperti loteng, perbaikan lantai dua, pagar, taman, serta halaman parkir. Namun, supaya pelaksanaan Ibadah Ramadhan di Masjid Raya tahun ini berjalan semarak dan kondusif, Pemprov bersama pengurus masjid menyepakati, agar mendahulukan penambahan titik penerangan seperti di tempat berwudhu, parkir kendaraan, hingga pagar. Untuk itu, daya listrik dinaikkan”.
 
Hal ini disampaikan Kepala Biro Bina Sosial  Pemprov Sumatera Barat Syahril saat dimintai komentarnya disela wirid rutin di Masjid Raya (Jum’at 27/06).
 
Syahril juga menjelaskan, Masjid Raya sebelumnya tidak dibuka penuh. Masjid yang mulai difungsikan sejak 7 Februari lalu, biasanya hanya digunakan untuk Shalat Jum’at berjamaah, serta keperluan peringatan hari keagamaan. Hal tersebut dikarenakan, bangunan masjid belum sepenuhnya selesai. Namun selama Bulan Suci Ramadhan tahun ini akan dibuka 24 Jam. 
 
“Ramadhan ini, Masjid dibuka terus 24 jam. Masyarakat umum bisa menggunakannya untuk sholat, mulai dari Subuh hingga Tarawih. Disamping itu, setiap waktu berbuka tiba, pengurus Masjid juga menyediakan takjil atau santapan berbuka sebanyak 100 kotak secara gratis, bagi masyarakat yang melaksanakan sholat maghrib di Masjid Raya", pungkasnya.Zardi