Nn, Jakarta~ Pemerintah Arab Saudi kembali mengeksekusi mati Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Karni dan Siti Zaenab pekan ini akan dieksekusi mati oleh pemerintah Arab saudi. Ini memperlihatkan bahwa permasalahan keselamatan dan jaminan perlindungan TKI di luar negeri tidak berjalan dengan baik. Kasus inipun menjadi sorotan publik Indonesia bahkan dunia.

Muhammad Iqbal selaku Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri meengungkapkan, bahwa perlindungan terhadap TKI jauh dari sempurna. Bahkan Kemenlu terpaksa melakukan advokasi dengan system bolong-bolong, ini yang mengakibatkan kinerja dalam memberikan bantuan hukum tidak maksimal.

"Pertama, kami sepakat dulu masalah 80 persen ada di hulu. Dan 20 persen di hilir. Dan 100 persen dampak di hilir. Kami juga merasa sistem perlindungan jauh dari sempurna. Masih ada bolong-bolongnya. Kami sudah lakukan yang terbaik dalam sistem yang bolong-bolong ini," urainya dalam diskusi Polemik di Lobby Double Tree by Hilton Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu siang ini (18/4).

Iqbal membantah tanggapan jika Kemlu disebut belum bergerak terhadap kasus TKI. Karena selama ini  diplomat yang ditugaskan di negara-negara sahabat sudah melebihi kapasitasnya untuk menangani kasus yang menjerat warga Indonesia di luar negeri. Dan perlu diketahui publik, diplomat tidak ditugaskan untuk mengambil langkah mediasi hokum, jika pun bisa dilaksanakan oleh diplomat yang bersangkutan namun ini bukan tugas utama mereka.

"Saya kasih contoh begini, misi diplomatik itu sebatas memastikan mereka (TKI) mendapatkan peradilan yang berimbang. Tapi apa yang dilakukan oleh teman-teman (diplomat) sudah lebih dari itu," tutup Iqbal.(Leone)