Batu Putih, Nusantaranews.net. Dua bulan lagi Kaum Muslimin akan memasuki bulan Suci Ramadhan 1441H. Yayasan Cahaya Hijrah sebagai penggerak dakwah dan kegiatan sosial di masyarakat akan mengadakan Sanlat (Pesantren Kilat) angkatan ke tiga.

Kegiatan ini tergolong langka di Kabupaten Timor Tengah Selatan karena sangat minimnya jumlah pesantren. Kebanyakan putra asli daerah memilih nyantri di pesantren-pesantren yang ada di Pulau Jawa atau Sulawesi.

Wartawan Nusantaranews.net mewawancarai Ketua Yayasan Cahaya Hijrah yakni Ustadz Muhazir Syukur. Muhazir mengatakan latar belakang kegiatan ini adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, mempererat Ukhuwah Islamiyah antar peserta sanlat yang berasal dari berbagai daerah.

Menghidupkan malam-malam terakhir di bulan suci Ramadhan. Serta membangun kreatifitas anak-anak lewat aneka kegiatan positif sehingga menjadi generasi yang senantiasa bersyukur (Gratitude Generation) dan bertaqwa sesuai tujuan puasa, laallakum tattaqun.

Berbeda dengan Sanlat pada umumnya, keistimewaan sanlat ini adalah berlokasi di perbatasan Kab. TTS dan Kupang. Sehingga suasana pedesaan, sawah dan hutan begitu terasa.

Target peserta selalu tercapai bahkan meningkat. Tahun pertama sebanyak 65 santri, tahun kedua 70 dan tahun ketiga 80. "Peserta dari kota Kupang, takari Batuputih, Panite,kota soe, Niki niki dan ada beberapa dari Pedalaman digratiskan oleh panitia karna sudah mendapatakan subsidi dari peserta Para Aghniya," ujar Muhazir.

Banyak orang tua dari ibukota Provinsi, Kota Kupang, dan ibukota Kabupaten TTS, Kota Soe, yang mempercayakan anaknya belajar di Sanlat.

Kualitas layanan dan keprofesionalan para pemateri yang membuat Sanlat semakin menarik. Sanlat yang berlokasi di Masjid Ar-Rahman Batu Putih, Kab.TTS, Prov.NTT ini menjadi salahsatu alternatif pendidikan di tengah minimnya jam pelajaran Agama Islam dan jumlah Da'i di NTT.

Pemateri Sanlat bervariasi dan berasal dari berbagai lembaga profesional seperti Mahfudt dari Tim ACT, Da'i Nusantara An Nuamiy; Muhammad Naufal, Ustadz Dokter dari RSQ NTT; Muhazir Syukur, Manager Caha Hijrah; Imas Nurhayah dari Ar Rahman Batu Putih; Az Zahroh Muthmainnah dari Daarut Tauhiid Boarding School Bandung; Halimatus Sa'diyah dan Khalifatul Ardhi dari Ar Rohmah Boarding School Malang; serta Halijah dari Pondok Pesantren Tahfidz Hidayatullah Kupang.

Kegiatan ini bermula tiga tahun lalu ketika banyak problem menimpa para pemuda dan remaja di NTT. Menurut Muhazir kegiatan ini dibuat sebagai bentuk keresahan atas kondisi anak-anak "zaman now". Sehingga butuh wadah untuk mengisi bulan Ramadhan dengan aneka kegiatan. Dengan berlandaskan pada Qur'an Surah An-Nisa ayat 9.

Alhamdulillah kegiatan sukses tanpa hambatan. Untuk mempertebal keimanan para Santri maka berbagai kegiatan Sanlat dilakukan seperti Kajian Tauhid, Akhlak dan Fiqh; Tahsin dan Tahfidz Al Qur'an; Kunjungan Empati; Tausiyah dan Muhasabah; Ngaji on The River; Nonton Bareng (Nobar) Film Islami, Kisah Para Nabi; dan Seni Melipat (Origami Class).

Agar kegiatan tidak membosankan kegiatan dirancang sekreatif mungkin seperti penyampaian materi indoor tentang  Agama Islam dan Membangun Karakter Anak; Aneka Game Indoor dan Outdoor Plus Muhasabah Malam; Ngaji on the River di Sungai Noelmina plus latihan memanah; serta Taddabur Alam dan Buka Puasa bersama di Sawah.

Pendaftaran telah jauh hari dibuka agar semakin banyak warga yang tahu dan mau mengirimkan anaknya untuk berpartisipasi dan mendapatkan ilmu. Alumni Sanlat Cahaya Hijrah telah banyak yang tembus Pesantren di Jawa dan Sulawesi. [Abu Mush'ab]