Nusantara~Kantor Gubernur Sumatera Barat nyaris tidak bisa dimanfaatkan karena kondisi bagunannya yang rusak akibat guncangan gempa pada tahun 2009 lalu, kini mulai dilakukan perbaikan dan diperkuat (retrofit).

Pada gedung tersebut,  banyak terdapat retakan sehingga perlu dilakukan penambahan-penambahan pada beberapa komponen bangunannya, sedangkan untuk kusen dan atap akan dilakukan penggantian.

Dikatakan Sekda Sumbar Ali Asmar, Retrofit Kantor Gubernur akan diselesaikan dalam dua tahap, dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 35 Milyar.  

Pada tahap pertama, alokasi biaya sebesar Rp4,2 Milyar dengan target penyelesaian pada lantai 4 dan lantai 1. Selanjutnya tahap dua dilaksanakan tahun depan, menunggu kepastian biaya yang dialokasikan dari APBD 2015.

Dengan dilakukannya perbaikan ini, maka seluruh pegawai, sekda dan Biro-Biro dipindahkan ke escape building mulai Senin (15/9), namun masih ada dua biro yang tinggal, yaitu Biro Pemerintahan dan Biro Bina Sosial, karena escape building tidak mampu menampung semuanya.

Sekilas History Kantor Gubernur Sumbar

Kantor Gubernur merupakan pusat pemerintahan Sumatera Barat, terletak di salah satu jalan protokol yaitu jalan Jenderal Soedirman No.15 Padang, Sumbar.

Peletakan batu pertamanya dilakukan Gubernur Kaharudin pada 22 Maret 1961, dan kemudian diresmikan oleh gubernur Harun Zain di tahun 1971 karena proses penyelesaian pembangunannya yang memakan waktu cukup lama.

Dan pada tahun 2009, terjadinya gempa berkekutan 7,9 SC sehingga banyak bangunan (gedung) yang rusak. Tercatat, ada sebanyak 27 gedung yang mengalami rusak berat, salah satunya adalah kantor gubernur Sumbar.

Namun secara struktur bangunannya kantor gubernur sumbar masih kuat, sehingga tidak perlu di robohkan tapi perlu dilakukan perbaikan ataupun penambahan pada bagian tertentu bangunan tersebut.

Kontraktor Pelaksana PT. Rimbo Peraduan (RP)
Prioritaskan Mutu dan Kwalitas Melalui Profesionalisme Bekerja

Retrofit kantor gubernur Sumbar, dikerjakan PT. Rimbo Peraduan, merupakan  sebuah perusahaan terkemuka di Sumbar, selalu bekerja secara profesional dengan mengedepankan mutu dan kwalitas pada setiap pekerjaannya. Hal itu dibuktikannya dari setiap proyek-proyek yang sudah dikerjakannya.

Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya, agar perbaikan dan perkuatan Gedung Kantor Gubernur Sumatera Barat sesuai dengan aturan dan spesifikasi, maka pelaksanaannya diawasi oleh Dinas Prasarana Jalan, Jembatan, Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Barat. (***)