Kotapadang, Sumbar, Nn ~ Langkah yang bijaksana dan arif penuh pertimbangan akhirnya di ambil Walikota Padang DR. H. Fauzi Bahar, Datuk Nan Sati, M.Si tentang pembangunan Mega Proyek Lippo Group yang awal rencana 4  gedung bangunan Proyek terdiri dari Rumah Sakit, Sekolah, Mall dan Hotel.

Dengan penuh pertimbangan di akhir Jabatan sebagai Walikota Padang, Beliau mengeluarkan izin Amdal hanya untuk 2 buah gedung proyek besar Lippo Group yaitu Mall  dan Hotel, membatalkan 2 gedung proyek yaitu sekolah dan Rumah Sakit.

Setelah  di terbitkan Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) sebagai salah satu syarat mendirikan sebuah bangunan, selanjutnya Pihak Lippo Group di silahkan untuk mengurus  IMB (Izin Mendirikan bangunan) dan  dapat segera lakukan pekerjaan pembangunan gedung Mall dan Hotel.

Hal ini, disampaikan Walikota Padang Fauzi Bahar pada acara jumpa Pers  dengan beberapa wartawan media Cetak  dan Elektronik, di Kantor Balaikota Padang  Air Pacah, Rabu (30/1).

Fauzi Bahar katakan dan berharap semua pihak dapat memberikan dukungan an motivasi agar pembangunan dua buah geung  proyek Lippo Group dapat berjalan sesuai dengan rencana yang sudah di tetapkan.

Terus terang saya (Red Fauzi Bahar) agak merasa kecewa berat, semula rencana proyek ini empat buah bangunan sesuai dengan fungsinya dalam suatu lokasi yang luas, disebabkan berbagai pertimbangan, hanya saya dapat memberikan izin dua buah proyek yaitu Hotel dan Mall. Sedangkan pembangunan Sekolah dan rumah Sakit saya batalkan.

Kita berharap Lippo Group dapat memahami dan bisa  segera mengerjakan bangunan yang telah saya setujui, sebagai bukti telah di terbitkan Surat Amdalnya.

Lebih jauh, Datuk Nan Sati gelar Walikota Padang Fauzi Bahar  akan di lewakan 8 Februari menatang katakan bahwa dengan di bangun dua gedung  bangunan,  tentu  jelas hanya akan dapat menampung tenaga kerja seperoh dari jumlah yang  kita harapkan  dan juga jumlah invesatasi semakin kecil dari nilai awalnya, ujarnya.

Selanjutnya, Ambari Karim orang kepercayaan dari pihak Lippo Group dalam kesempatan itu, dia katakan dengan sejujurnya bahwa kehadiran Lippo Group di Kota Padang hanya semata-mata bisnis, tidak ada rencana yang kotor di  balik semuanya itu.

Ambari juga menyampaikan, bila dua Proyek ini sukses di bangun di Kota Padang tanpa ada kendala dan masalah-masalah dalam pengerjaanya dan diterima kehadirannya oleh masyarakat Kota ini, kemungkinan besar akan melanjutkan pembangunan reklarasi pantai yang jumlah investasinya sekitar Rp. 18 Triliyun lebih, menampung tenaga kerja sekitar 7 ribu orang.

Jadi, kami ingin berinvestasi yang besar di Kota Padang, tentu berharap masyarakat Kota ini menerima kehadiran kami dengan  sebaik mungkin, sebab investasi yang kami tanamkan sangat besar, tak mungkin akan kami sia-siakan nantinya, ujar Ambari.

Dalam kesempatan itu, Husni mantan Ketua Pemuda Muhammadyah Kota Padang lewat HPnya katakan bahwa Walikota Padang hanya memberikan izin dua Proyek yaitu, Mall dan Hotel, sedangkan Sekolah dan Rumah sakit tidak di keluarkan izinnya, bearti di batalkan.

Maka itu, saya berharap bagi LSM-LSM di ranah minang, harus pula dapat memberikan ruang gerak pula kepada pemerintah Kota Padang untuk mengembangkan infrastruktur pembangunan seperti Mall dan Hotel, dengan di batalkan  pembangunan Sekolah dan Rumah Sakit oleh Walikota Padang, hendaknya  LSM-LSM Minang tidak ada lagi alasan untuk lakukan demontrasi-demontrasi, ujar Husni mengakhirinya  (Taf)