Nusantara- Melalui upaya - upaya yang memakan waktu panjang, Pemerintah Kota Padang membuktikan keseriusan untuk menjadi tuan rumah penyelenggara acara serah terima keketuaan The Indian Ocean Rim Association (IORA) pada Oktober – November 2015 mendatang. Terutama setelah mendapat dukungan dari seluruh stakeholders, baik dari Muspida, DPRD, Asosiasi pengusaha, maupun dari perguruan tinggi pasca pelaksanaan Workshop tentang IORA oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) pada 2014 lalu.

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah menyampaikan kesiapan tersebut kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, Selasa (24/2).

Gayung bersambut, Menlu sangat merespon dengan baik langkah Pemko Padang dalam mempersiapkan diri selaku tuan rumah pertemuan tingkat tinggi yang bakal dihadiri utusan dari 20 negara tersebut.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Kota Padang. Sepanjang pemberitaan yang kami ikuti, upaya yang telah dilakukan cukup maksimal dalam persiapan menghadapi KTT IORA,” ujar Menteri.

Ia juga berharap, pelaksanaan KTT IORA nanti dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa gangguan apa – apa di Kota Padang.

“Selama ini kita ketahui Kota Padang cukup kondusif untuk pelaksanaan iven – iven besar. Mudah - mudahan dalam pelaksanaan KTT IORA nanti bisa tetap kondusif dan aman
sehingga para tamu yang datang dari berbagai negara merasa nyaman berada di Padang,” ujar Menlu wanita pertama sepanjang sejarah Republik Indonesia tersebut.

Terpisah, Walikota Mahyeldi mengungkapkan, peran serta dan keterlibatan Kota Padang dalam IORA memiliki arti yang sangat penting dan strategis. Tidak hanya untuk Kota Padang, namun juga untuk Sumatera Barat secara umum.

“Apabila Kota Padang berhasil menjadi tuan rumah iven bersejarah serah terima Ketua IORA dari Australia ke Indonesia, maka perhatian internasional akan tertuju ke Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.

Selain nilai prestise dan promosi yang tinggi, jelas Mahyeldi, dampak positif lainnya ialah terstimulasinya perekonomian, tidak hanya Kota Padang tapi juga Provinsi Sumatera Barat.

Selain dari peluang di bidang Pariwisata dari meningkatnya jumlah wisatawan, juga meningkatnya volume perdagangan dan investasi melalui upaya-upaya yang dilakukan
melalui berbagai komponen IORA seperti Business Forum dan Working Groups of Trade and Investment, yang kegiatan-kegiatannya rutin diselenggarakan sepanjang tahun.

“Negara-Negara anggota IORA, fokus bekerjasama dalam berbagai agenda investasi dan perdagangan yang berlandaskan fasilitasi perdagangan, liberalisasi perdagangan serta kerjasama tehnis dan ekonomi,” jelasnya.

Adapun upaya untuk meraih supaya terselenggaranya iven ini di Kota Padang, Mahyeldi mengatakan, telah dimulai sejak 2014 dengan sosialisasi tentang IORA terkait dengan penanganan bencana. Acara ini dihadiri langsung oleh Dirjen Asia Pasific Afrika Kemenlu, Yuri Thamrin.

Kemudian, Januari 2015 Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Padang mengadakan Seminar tentang Ekspor Rempah – Rempah dan kesiapan Pelindo (Pelabuhan Teluk Bayur) dalam menghadapi IORA, dihadiri semua stakeholders. Pada 2 Februari 2015, Dinas Pertanian Peternakan Kehutanan dan Perkebunan Kota Padang mengadakan Seminar tentang tanaman – tanaman apa saja yang dibutuhkan oleh negara-negara anggota IORA, khususnya yang punya nilai ekonomi tinggi dan dihasilkan
oleh Sumatera Barat seperti CPO, juga dihadiri oleh semua stakeholders. Lalu, 3 Februari 2015
mengadakan lagi Seminar tentang IORA khusus terkait dengan Pendirian pabrik minyak goreng dan produk2 lain yg berorientasi ekspor langsung ke negara2 IORA, khususnya untuk
tujuan negara-negara Afrika.

Universitas Andalas pada 9 Februari 2015 mengundang Dubes Iran dalam konteks perdagangan dengan konsep halal food serta IORA. “Sedangkan pada Maret 2015 akan ada Seminar oleh Program Studi Lautan Hindia oleh beberapa Perguruan Tinggi yg ada konsentrasi Lautan Hindia, seperti Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta, UniversitasBengkulu dan lain – lain," tutup Mahyeldi. (mond/rel)