PADANG - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno membuka Kegiatan Semiloka dan Focus Group Discussion “Pengenalan Dan Kajian Awal Konvergensi API (Adaptasi Perubahan Iklim) dan PRB (Pengurangan Risiko Bencana) terhadap Kebijakan Agglomerasi untuk Perencanaan Wilayah Pesisir Metropolitan PALAPA” di Gubernuran, Selasa (16/1).

Gubernur memberikan sambutan dan arahan kepada seluruh dinas/instansi yang hadir. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari  mulai tanggal 15-16 Januari 2019.

Program studi Perencanaan Wilayah dan Kota dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung bekerja sama dengan Universitas Andalas dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Semiloka dan Focus Group Discussion Pengenalan Dan Kajian Awal Konvergensi API (Adaptasi Perubahan Iklim) dan PRB (Pengurangan Risiko Bencana) terhadap Kebijakan Agglomerasi untuk Perencanaan Wilayah Pesisir Metropolitan PALAPA (Padang, Lubuk
Alung, dan Pariaman).

Semiloka dan FGD tersebut merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian penelitian “Konvergensi API dan PRB terhadap Kebijakan Aglomerasi untuk
Perencanaan Wilayah Metropolitan Pesisir” di bawah kerangka PEER Science Cycle 6, sebuah program hibah penelitian dari National Academic of Science (NAS) dan USAID dengan ketua tim peneliti Dr. Harkunti P. Rahayu, yang juga sekaligus Ketua IABI dan Chair IOTWMS (Indian
Ocean Tsunami Warning and Mitigation System).

Secara umum, tujuan penelitian
mengidentifikasi dan mengisi gap yang terkait dengan integrasi PRB dan API di Indonesia. Mengembangkan strategi konvergensi PRB dan API yang relevan secara lokal dan dapat melindungi dan meningkatkan ketangguhan pusat pertumbuhan ekonomi dan kota-kota pesisir yang beraglomerasi.

Ruang lingkup penelitian tersebut yaitu menilai risiko bencana pesisir dan
dampak perubahan iklim di kawasan aglomerasi, melalui identifikasi berbagai bahaya pesisir dan
dampak perubahan iklim.

Selain itu juga mengidentifikasi sinergi dan konflik antara PRB dan API dalam kebijakan pembangunan Kawasan Metropolitan PALAPA serta mengidentifikasi pendekatan inovatif dan terintegrasi yang mendorong keterlibatan multi-stakeholder dan partisipasi kelompok, dan mengkarakterisasi dan mengukur integrasi PRB dan API. Mengembangkan pathway multi￾stakeholder dan policy statement untuk mengintegrasikan dan mengarusutamakan PRB dan API dalam proses pembangunan.

Memperkirakan dampak ekonomi dari strategi integrasi PRB dan API dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tangguh. Memastikan konvergensi dan strategi PRB dan API yang koheren untuk mengarusutamakan ke dalam dokumen perencanaan spasial dan non-spasial yang tepat. Memastikan integrasi dari rencana dan strategi PRB dan API ke dalam Rencana Penanggulangan Bencana Kota/Kabupaten dan Kawasan Metropolitan PALAPA. Memastikan peningkatan skala dari Rencana Penanggulangan Bencana menjadi bersifat regional.

Penelitian yang akan dilaksanakan selama 2 tahun ke depan, diharapkan dapat menghasilkan beberapa luaran penelitian berupa  profil risiko bencana pesisir Kawasan Metropolitan PALAPA. Strategi konvergensi PRB dan API dalam proses perencanaan pembangunan Kawasan Metropolitan PALAPA. Kajian Damage and loss Assessment (DALA) dan Cost Benefit Analysis (CBA) untuk Kawasan Metropolitan PALAPA.

Pemetaan dan pola kerja sama pemangku kepentingan dalam PRB dan API di tingkat kota/kabupaten dan di tingkat Kawasan Metropolitan PALAPA dengan menggunakan Social Network Analysis (SNA), Discourse Network Analysis (DNA), dan Logic Model. Sintesis strategi konvergensi PRB dan API dalam proses perencanaan pembangunan Kawasan Metropolitan PALAPA. Usulan kebijakan (policy statement) untuk konvergensi PRB dan API dalam rencana pengembangan wilayah pesisir.

Kawasan Metropolitan PALAPA.
Semiloka dan FGD mengundang lebih 78 instansi tingkat Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Pariaman, perwakilan sektor bisnis, dan perwakilan komunitas masyarakat.

Adapun keynote speaker kegiatan ini adalah Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Dr. Ir. Abdul Kamarzuki, MPM dan Direktur Perkotaan, Perumahan dan Permukiman, Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas: Tri Dewi Virgiyanti, ST., MEM.

Selain itu, kegiatan semiloka dan FGD menghadirkan para pakar dibidangnya seperti pakar bidang likuifaksi dari LIPI Dr. Adrin Tohari, pakar tsunami Dr. Hamzah Latief dari ITB, pakar abrasi dari Universitas AndalasProf. Bambang Istijono dan Dr. Taufika Ophiyandri, pakar di bidang sumber daya air : Prof. Dr. M. Syahril Badri Kusuma dan Dr. Agus Supangat, mantan anggota Dewan Penasihat Presiden
Bidang Kebijakan Ekonomi Maritim serta Dewan Nasional Perubahan Iklim.

Semiloka sekaligus FGD ini merupakan bagian dari proses pelibatan pemangku kepentingan di tingkat lokal dengan melakukan sosialisasi kegiatan penelitian. Memaparkan berbagai isu terkait kegiatan penelitian seperti status wilayah aglomerasi PALAPA baik di tingkat nasional maupun local serta upaya-upaya integrase PRB dan API kedalam perencanaan. Sebagai sarana untuk melibatkan secara aktif seluruh pemangku kepentingan/stakeholder terkait dalam kegiatanpenelitian. Melakukan diskusi dengan pemerintah daerah di lokasi studi untuk memperoleh masukan/input terkait substansi penelitian. Bersinergi dengan pemerintah daerah dalam rangka memahami permasalahan kebencanaan dalam pembangunan di tingkat daerah sehingga dapat memperoleh solusi yang integratif dan mengadopsi seluruh pemangku kepentingan.

Diskusi dalam semiloka dan FGD ini diharapkan menjadi media untuk sharing kepentingan, koordinasi, dan komitmen yang memunculkan identifikasi isu, permasalahan, dan gap dalam pengembangan kawasan metropolitan dan strategi konvergensi PRB dan API seluruh pemangku kepentingan dalam pembentukan kawasan metropolitan PALAPA, yang hasilnya dapat diterapkan oleh pemerintah kota/kabupaten dan Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan ketangguhan kawasan pesisir aglomerasi terhadap dampak dari bencana alam dan perubahan iklim.
 
Top