PADANG - Gizi, amunisi dan mobilisasi yang dimiliki calon legislatif pria menantang caleg perempuan bernama Edriana untuk memenangkan pemilu legislatif 2019 daerah pemilihan Sumbar I.

Edriana melakukan dialog media demgan tema Penetrasi Pemilu Perempuan dan Pemuka Daerah Pemilihan I Sumatera Barat. Berani tampil di Sekrerariat Ikatan Wartawan Online Sumatera Barat yang dipimpin Hijrah dan Keynote Speaker Mulyadi serta  Moderator Two Efly.

Edriana Noerdin begitu nama lengkapnya, di pusat kekuasaan Jakarta banyak yang kenal sebagai aktifis, sudah bersuara lantang sejak era sebelum reformasi, bahkan termasuk yang mengguguh keterwakilan perempuan 30 persen dalam politik.

Pada pemilu 2019 ini, Edriana membuka lembaran baru perjalanan hidupnya, dulu dikenal sebagai singa perempuan parlemen jalanan. Pada penetapan Daftar Calon Tetap DPR RI kemarin, Edriana Noerdin SH MA tercatat sebagai Calon Legislatif DPR RI dari Partai Gerindra nomor urut 3 pada daerah pemilihan (Dapil) Sumbar 1.

Demikian penjelasan Two Efly sebagai wartawan senior meliput proses politik di Sumbar. Prediksi Two Efly Prabowo Efek masih membawa pengaruh banyak bagi masyarakat Sumatera Barat yang tidak terlepas dari Partai Gerindra.

Dapil I selama ini memberikan peluang untuk satu wakil rakyat dari Partai Gerindra. Proses demokrasi dan peluang mewakili Sumbar sangat dinamis dan Edriana optimis memenangkannya.

Two Efly menyinggung kesuksesan Ade Pratama, untuk pertamakalinya ikut bertanding pada pemilu 2014 lalu, tidak memungkinkan menguasai daerah seratus persen. Dengan cara membelah suara kecamatan berdasarkan asal usul orangtua menjadi basis pemenangannya.

Efektif dan efesien merupakan langkah untuk pengerjaan DPT dengan data base by name by address per TPS. Diberdayakan saksi caleg dan saksi partai. Selain itu juga media sosial diperkuat dengan penjelasan soal siapa Edriana untuk meraih pengaruh kaum milenial perkotaan dan pedesaan.

Edriana mengucapkan terima kasih pada pada panelis yang sudah memfasilitasi dialog media. Dia akan menjadikan reorientasi proses kampanye. Visi dan misi disesuaikan dengan Capres dan Cawapres Gerindra.

Diceritakannya tentang stabilitas harga di bidang pertanian seperti Alahan Panjang. Ketika awal ditanam harga Rp.12.000,- per kg dan ketika panen hanya biasa dijual Rp.5.000,- per kg.

Masalah kedua soal pupuk, identitas harus jelas dan hanya dapat 1 kg per orang. Pabrik pupuk tidak ada di Sumbar sehingga harga mahal karena biaya operasional. Semua akan dijawab dengan konsep ekonomi kultura sesuai penataan ekonomi kawasan.
 
Top