N3, Sumbar - Tingginya curah hujan yang mengguyur Sumatera Barat beberapa hari lalu mengakibatkan dibeberapa daerah mengalami banjir dan tanah longsor terutama akses jalan yang dilalui masyarakat. Kondisi ini berimbas terhadap terganggunya aktifitas warga, yang setiap hari mempergunakan jalan tersebut.

Untuk itu diperlukan penanganan yang cepat dan tepat, agar kepentingan masyarakat banyak dapat teratasi.

Terkait dengan hal seperti itu, maka diperlukan sosok tangan dingin Agung Setiawan yang dikenal selalu bergelut dalam bencana, dan sering berpacu untuk menanggulanginya.  Terkadang tanah longsor,  jalan terban dan bencana alam lainnya memang menjadi penghambat kinerjanya. Namun, persoalan itu, bisa diselesaikan dalam waktu singkat, meski penanganannya masih dalam kondisi darurat menunggu turunnya dana untuk menyelesaikannya secara permanen.

Jalan nasional Muara Kalaban - Batas Jambi, menjadi prioritas baginya. Soalnya, jalan tersebut menjadi langganan longsor, rusak parah dan berlubang, berimbas lalu lintas  tak lancar,  perekonomian masyarakat pun jadi tersumbat. Sebab, jalan merupakan urat nadi perekonomian.




Faktanya, dalam bulan ini saja sudah beberapa kali terjadi longsor. Meski, longsor yang terjadi dini hari, Agung masih menyimpatkan diri kelokasi longsor.

Seperti longsor tanggal 7 Desember 2018, terjadi penurunan jalan dua kali siang dan malam. Penurunan jalan sekitar pukul 22.00 WIB, mengakibatkan badan jalan turun 1 meter dan mengakibatkan macet sepanjang 3 Km.

Dalam kondisi libur, Agungpun menyempatkan diri menuju lokasi longsor dan   berhasil ditangani sementara secara fungsional."Alhamdulillah, sekarang lalu lintas sudah lancar. Namun, diperkirakan dilokasi tersebut akan turun terus berulang ulang," kata Agung sembari menyebutkan, rekanan sudah kewalahan karena volume penanganan sudah over.

Agung juga mengatakan, turunnya badan jalan sekitar 1 meter di KM 150, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, rentetan dari longsor sebelumnya.

Pada titik lokasi Km 150 Sijunjung sering terjadi penurunan vertikal badan jalan sepanjang 40 meter secara tiba tiba. Sejak Januari sampai sekarang sudah terjadi 10 kali penurunan badan jalan.

"Pada tanggal 1 November saat tim TP4D turun kelokasi kondisi lokasi sudah mantap tertangani. Tanggal 3 November terjadi penurunan badan jalan sedalam 40 Cm, panjang 50 meter. Ini sudah ditangani sementara secara fungsional. Tanggal 4 November terjadi lagi penurunan, menjelang dilewati event TDS, itupun sudah ditangani dan fungsional," kata Agung.

Dibalik wajah letihnya, Agung juga menceritakan, setelah dihitung bersama sama dengan tim PPK, Satker PJN, Satker P2JN dan seksi program Balai, dibutuhkan dana sekitar Rp96 M. Sedangkan alokasi dana 2018, hanya Rp16 M, alokasi dana 2019 yang akan dilelang sebesar Rp21 M." Artinya, dengan dana sebesar itu belum bisa menangani secara maksimal di ruas tersebut. Makanya, ia sangat berharap arahan Kepala Balai mencarikan solusi kekurangan tersebut.

Sebelumnya, laki laki yang dikenal dekat dengan kalangan media ini, mengatakan untuk bisa menjadikan jalan Muara Kalaban - Batas Jambi mantap, harus tersedia dana Rp96 M. Namun, kondisi negara sekarang ini, dana sebesar itu sulit direalisasikan. Sehingga, impian kita jalan Muara Kalaban - Batas Jambi, sulit terujud.

"Buktinya, dari 96 miliyar yang kita ajukan, untuk tahun ini hanya direalisasikan Rp17 miliyar dan untuk tahun 2019, hanya terealisasi Rp21 miliyar. Dana yang kita dapat jauh dari harapan," kata Agung Setiawan sembari mengatakan,  meski dalam keterbatasan itu, kita tetap memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sumbar, khususnya jalan yang dilalui masyarakat Muara Kalaban - Batas Jambi.

Agung juga mengatakan, jalan Muara Kalaban - Batas Jambi mantap yang kita inginkan dengan dana sebesar Rp96 miliyar tersebut, kondisi jalan mulus, saluran berfungsi dengan baik, sehingga jarak tempuh dipercepat, perekonomianpun menggeliat." Tapi, kita tetap mewujudkannya, bisa melalui Kepala Balai untuk merekomendasilan ke Dirjen atau Kementerian;" ujar Agung seraya berharap setidaknya untuk tahun berikutnya dana yang dikucurkan bisa lebih besar lagi.

Disertai gayanya khas, Agung Setiawan juga mengatakan, dengan dana yang dikucurkan Rp21 miliyar 2019, kita belum bisa bekerja secara signifikan. Dana sebesar Rp21 miliyar itu, hanya bisa dimanfaatkan untuk pemeliharaan dan dikerjakan sebatas dana yang ada.

"Ibaratnya, kita disuruh mencat satu rumah, sementara kita hanya dikasih satu kaleng cat. Tentu sebanyak itu saja yang kita kerjakan," kata Agung berfilsafat.

Diakui Agung, keperdulian yang tinggi juga ditunjukkan Bupati Kabupaten Dharmasraya, agar jalan nasional mantap Muara Kalaban - Batas Jambi dapat terujud. Bahkan, bupati termuda itu, sering menanyakan dana Rp96 miliyar tersebut.

"Harapan kita, semoga Kementerian bisa merealisasikan dana sebesar Rp96 miliyar. Sehingga, harapan kita, harapan Bupati Dharmasraya dan harapan masyarakat Sumbar bisa terwujud. Semuanya ini butuh dukungan, dorongan berbagai pihak, termasuk  Kepala Balai," kata Agung menghakhiri Rel. Nv


 
Top