Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MBG dan Segala Plus Minus Permasalahan

Monday, January 05, 2026 | Monday, January 05, 2026 WIB Last Updated 2026-01-05T01:36:13Z

 


Oleh Nurenda

Aktivis Dakwah


Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto untuk Indonesia Emas 2045. Program ini dilancarkan untuk mendukung salah satu dan delapan misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Fakta hari ini yaitu Program MBG ini sudah berjalan setahun, tapi ternyata ancaman stunting tetap belum terselesaikan, pada akhirnya timbul berbagai masalah, salah satu diantaranya adalah adanya keracunan massal, sampai ompreng yang mengandung babi, kemudian muncul lagi permasalahan penyaluran MBG yang terasa aneh karena masih tersalurkan walaupun anak-anak sedang libur panjang.

JAKARTA, KOMPAS.TV-Direktur kebijakan publik CELIOS, Media Wahyudi Askar, mengkritik program makan bergizi gratis (MBG) yang tetap disalurkan atau berjalan, padahal sekolah saat ini sedang libur. Media mengatakan, ada kesalahan sangat signifikan dalam tata kelola MBG, terutama pada saat libur sekolah.

"Kebijakan itu kan harus ada tiga hal, siapa sasaran, bagaimana mekanismenya, dan apa yang terjadi ketika konteksnya Berubah?"

"Penerimanya jelas logistiknya jelas, dan kalau anak-anak itu engga ada di sekolah, siapa yang kemudian bisa d awasi ?"

Kenapa program ini tidak berhenti? Itu sebetulnya sederhana, karena dapur SPPG (Satuan Pelayanan Gizi) itu harus ngebul.

Lantas siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas segala masalah yang timbul dari kebijakan Makanan Bergizi Gratis (MBG), sepertinya ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk penyedia layanan (Vendor / dapur sekolah) atas kelalaian standar kebersihan, kemudian pemerintah daerah (Pemda) untuk penanganan awal, serta tentu saja Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pengawas program, dimana Presiden RI menegaskan Pemerintah Pusat bertanggung jawab penuh atas perbaikan program secara menyeluruh, karena penyedia makanan dan Pemerintah yang lalai bisa dituntut secara hukum, sementara Pemerintah Pusat bertanggung jawab memperbaiki sistem dan menanggung biaya korban jika terjadi keracunan dan mengevaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksana dan pengawasan termasuk pendistribusian program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang tidak benar atau disinyalir terdapat indikasi perbuatan korupsi, semestinya kita segera melapor melalui saluran resmi yang tersedia.

Banyaknya masalah yang akhirnya timbul jangan sampai dipaksakan untuk terus berjalan, karena seharusnya program ini dibuat dan dilaksanakan semata-mata untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan penguasa kapitalistik yang tidak amanah terhadap anggaran,  negara sengaja justru membudget anggaran yang cukup besar, yang akhirnya berdampak pada pengurangan anggaran bidang lain.

Islam menerapkan setiap kebijakan pasti untuk kemaslahatan rakyat dan sesuai syariat, dan negara sebagai raa'in (pemelihara dan pelindung urusan rakyat)   sehingga setiap kebijakan harus dalam rangka melayani kebutuhan rakyat, kebutuhan umat, bukan untuk kepentingan pengusaha atau untuk popularitas penguasa.

Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Al -Hasyr ayat 7

"Apa saja harta yang diperoleh tanpa peperangan yang di anugerahkan Allah kepada Rasul-Nya dari penduduk beberapa negeri adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul) anak yatim, orang miskin, dan orang-orang yang dalam perjalanan, (demikian) agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja diantara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah, apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.

Dalam ayat ini jelas hanya dalam sistem Islamlah yang bisa mengatur distribusi kekayaan untuk menciptakan keseimbangan sosial dan ekonomi, serta menekankan pentingnya ketaatan pada ajaran nabi sebagai jalan menuju ketakwaan dan kebahagiaan serta keselamatan di dunia dan akhirat. Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update