Oleh: Hasriyana, S.Pd
(Pemerhati Sosial Asal Konawe)
Lagi dan lagi kasus narkoba kian memprihatinkan. Bagaimana tidak, remaja SMP yang seharusnya fokus belajar untuk meraih cita-cita masa depan justru terjerumus dengan memakai barang haram narkoba. Jika negara tindak cepat mengatasi masalah ini, akan seperti apa negeri ini kedepannya. Sebab remaja hari ini akan menjadi penerus bangsa ke depan.
Hal ini sebagaimana yang dikutip dari media Kumparan (14/11/2025) Jalan Kunti yang berada di wilayah Kecamatan Semampir, Surabaya, dikenal sebagai "kampung narkoba". Hal ini setelah aparat beberapa kali melakukan penggerebekan dan menemukan kasus peredaran narkoba di wilayah tersebut. Bahkan, polisi pernah menemukan bunker di salah satu rumah saat menggerebek kampung narkoba itu pada tanggal 20 November 2024 lalu.
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim pun melakukan tes urine terhadap puluhan pelajar di wilayah Jalan Kunti dan hasilnya ada 15 siswa SMP positif narkoba.
Padahal narkoba jelas merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Zat ini pengunaannya hanya dalam dunia kedokteran, tapi sering disalahgunakan oleh remaja ataupun orang dewasa.
Kondisi ini sangat memprihatinkan masa depan generasi bangsa. Jika dulu pengedar dan pemakai narkoba hanya di kalangan orang dewasa saja, namun saat ini jauh berbanding terbalik. Remaja yang masih butuh banyak ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup justru ikut berjibaku dengan barang haram narkoba. Ini menandakan bahwa ada yang salah dengan remaja kita hari ini.
Ini juga, diperparah dengan semakin berkembangnya teknologi, di mana semakin mudahnya mengakses segalah macam hal lewat media sosial dengan minimnya filter. Bahkan tak sedikit media sosial yang ada, jika disalahgunakan justru bukan menambah ilmu agar keimanan lebih kuat dalam menjalani ujian kehidupan. Remaja justru semakin tergerus dengan budaya asing yang masuk. Bahkan media sosial hari ini semakin memudahkan orang untuk bertransaksi narkoba.
Pun, kondisi ekonomi yang semakin sulit pada masyarakat ekonomi menengah ke bawah memicu remaja bukan hanya menjadi pemakai narkoba dengan dasar coba-coba, namun juga sebagai pengedar narkoba. Bagaimana tidak, satu kali transaksi saja bisa jutaan fee yang didapatkan. Bahkan hal ini menjadi cara mudah dan cepat untuk mendapatkan uang yang banyak tanpa harus berkerja banting tulang.
Di sisi lain gaya hidup yang semakin hedonis fokus hanya pada kesenangan sesaat. Karena tak jarang bagi sebagian orang narkoba menjadi salah satu pelarian yang menciptakan efek halusinasi yang menyenangkan. Semakin ke sini gaya hidup masyarakat banyak berkiblat pada budaya barat dengan kebebasannya, sehingga segalah sesuatau orientasinya adalah kesenangan dunia.
Olehnya itu, kita tidak heran berbagai macam jenis atau turunan dari narkoba bisa digunakan oleh remaja untuk menciptakan efek halusinasi tersebut juga berkembang. Salah satunya menghirup lem. Hal ini membuktikan lemahnya pengawasan keluarga, masyarakat dan negara. Kondisi ini jelas bisa menjadi malapateka bagi remaja.
Berbeda jauh dengan islam. Dalam islam kebahagian sesunguhnya adalah ketika kita meraih keridaan Allah SWT. di dalam hidup ini. Sehingga negara akan menciptakan kondisi masyarakat yang memiliki keimanan yang kuat. Tidak mudah tergoda dengan kesenangan dunia yang sesaat seperti saat ini. Salah satunya penanaman tsaqofah islam yang kuat. Di mana akidah atau keimanan yang kuat menjadi dasar seorang muslim untuk melakukan sesuatu sesuai tuntunan-Nya.
Di samping itu, negara akan menerapkan aturan dan hukuman yang membuat efek jera bagi pelaku. Negara pun akan menutup keran yang bisa menjerumuskan masyarakat pada hal-hal yang menimbulkan kemudaratan bagi diri, apalagi hanya ingin mendapatkan ketenangan dan kesenangan sesaat. Sebagaimana hadis dari Nabi Saw, “Rasulullah Saw. melarang dari segala yang memabukkan dan yang membuat lemah". (HR. Abu Daud dan Ahmad).
Dengan demikian, kita tidak bisa berharap banyak pada sistem hari ini, karena banyak celah yang menyebabkan banyaknya pemakai dan pengedar narkoba. Karena orientasi hidup saat ini hanya bertujuan pada manfaat dan kesenangan semata. Olehnya itu, kita hanya bisa berharap pada sistem yang berasal dari pencipta, Allah Swt, yaitu sistem islam yang ditetapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Dengan begitu generasi bangsa akan terjaga dari hal-hal yang merusak. Wallahu a’lam.

No comments:
Post a Comment