Oleh : Nia Umma Zhafran
( Aktivis Muslimah)
Perbedaan tiap menjelang hari raya besar keagamaan di Indonesia menjadi hal yang menarik untuk diberitakan. Banyaknya organisasi Islam dan perbedaan penentuan hari raya dinegeri ini tentu menjadi sorotan publik dan juga ditunggu oleh jamaahnya.
Seperti yang dilansir oleh redaksi Kontan.co.id (26/05/2025), yang memberitakan sebelum menjelang hari raya Idul Adha. Dimana Muhammadiyah Idul Adha jatuh pada 6 Juni 2025, dan mempertanyakan Pemerintah dan NU apakah berbeda?
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan jadwal peringatan Hari Raya Idul Adha 1446 pada Jumat 6 Juni 2025. Penetapan Idul Adha 2025 tersebut tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1446 Hijriah.
Dilansir dari Kompas.com, Kementerian Agama (Kemenag) memperkirakan Idul Adha 1446 Hijriah/2025 akan jatuh pada Jumat (6/6/2025). Perkiraan tanggal Idul Adha 2025 tercantum di daftar Hari Raya dalam Kalender Hijriah 2025 yang disusun Kemenag.
Alhamdulillah, akhirnya perayaan Idul Adha tahun ini bisa dilaksanakan secara serentak bersama meski dalam penentuannya berbeda. Padahal Idul Adha bertepatan dengan puncak pelaksaan ibadah haji di tanah suci Mekkah setiap bulan Zulhijjah, yang menyatukan tamu-tamu Allah di berbagai belahan dunia sebagaimana yang diberitakan penentuan hari raya Idul Adha di Arab sana.
Jutaan muslim dari berbagai bangsa berkumpul di Tanah Suci untuk berhaji, menunjukkan persatuan yang melampaui sekat bangsa, ras, dan bahasa. Persatuan umat Islam tidak didasari kesamaan budaya atau etnis, melainkan disatukan oleh aqidah Islam yang menghapus segala perbedaan duniawi.
Umat Islam yang berjumlah hampir 2 miliar akan menjadi kekuatan dunia yang disegani jika bersatu, bukan tercerai karena sekat nasionalisme dan golongan. Persatuan saat Idul Adha seringkali hanya sesaat; selepas itu, umat kembali tercerai dan bahkan saling bermusuhan, melupakan penderitaan saudara seiman di berbagai penjuru dunia.
Persatuan hakiki hanya dapat terwujud dalam institusi politik Islam global yakni Khilafah, yang menyatukan umat dalam satu tubuh dan tujuan. Idul Adha mengajarkan ketaatan mutlak kepada Allah, dan seharusnya mendorong umat untuk patuh sepenuhnya pada syariat Islam, bukan hanya pada aspek ritual, tapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
WalLaahu a'lam Bish showwab
#opini,
#nusantaranews, #opininusantaranews

No comments:
Post a Comment