Oleh : Sri Nawangsih
(Ibu Rumah Tangga)
Ditengah kekejaman Zionis yang terus membantai rakyat Palestina, ada kabar mengejutkan. Lima pemuda Nahdliyin (NU) bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog, di Israel, yang memicu protes keras masyarakat. Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf mengungkap bahwa undangan tersebut berasal dari NGO pro-Israel yang berusaha membangun citra baik Israel.
Hampir bersamaan, kasus lain muncul. Seminar di Masjid Istiqlal pada 17 Juli 2024 rencananya menghadirkan Dr. Ari Gordon dari AJC, organisasi pro-Yahudi Zionis. Akibat kecaman masyarakat, rencana tersebut dibatalkan.
Kedua kasus tersebut memiliki motif serupa, yakni dialog antar agama dan membangun hubungan baik dengan Yahudi. Padahal, sudah sangat terang-benderang bahwa kaum Yahudi (Zionis-Israel) hari ini statusnya adalah kafir harbi fi’l[an]. Sama dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Artinya, mereka adalah kaum kafir yang secara nyata memerangi kaum Muslim. Khususnya Muslim Palestina. Terhadap mereka jelas kaum Muslim harus bersikap tegas dan keras. Bukan malah bersikap manis dan lembut. Inilah yang Allah SWT nyatakan saat menggambarkan sikap Baginda Rasulullah saw. dan umat beliau:
Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang bersama dengan dia itu bersikap keras terhadap kaum kafir dan berlemah-lembut kepada sesama mereka (kaum Muslim) (TQS al-Fath [48]: 29).
Dalam pandangan syariah, Zionis dianggap sebagai kafir harbi fi’l(an), yaitu musuh yang berperang melawan Muslim. Oleh karena itu, segala bentuk kerjasama dan interaksi yang dapat mendukung Israel dianggap haram. Setiap transaksi yang mendukung ekonomi Israel berarti mendukung kekejaman yang dilakukan terhadap Palestina.
Karena Yahudi/Israel terkategori sebagai kafir harbi fi’l[an] maka sikap kaum Muslim, organisasi Islam, apalagi lembaga kemasjidan seperti Masjid Istiqlal, adalah mendukung setiap upaya untuk memerangi Yahudi/Israel tersebut. Bukan malah bermanis muka dan bekerja sama dengan mereka atas nama dialog antar agama atau demi misi perdamaian.
Karena itu sikap kaum Muslim, ormas Islam, apalagi lembaga kemasjidan seperti Masjid Istiqlal yang semestinya adalah menyerukan kepada para penguasa Arab dan Muslim, termasuk penguasa negeri ini, untuk mengirimkan pasukan jihad/perang demi menumpas Yahudi Zionis. Sebabnya, memang itulah yang Allah SWT perintahkan kepada kaum Muslim dalam menghadapi kaum kafir harbi fi’l[an]:
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir (yakni harbi fi’l[an]) yang ada di sekitar kalian dan hendaknya mereka merasakan kekerasan dari kalian (TQS at-Taubah [9]: 123).
Hanya dengan mengerahkan pasukan jihad dengan kekuatan penuhlah kejahatan Yahudi Zionis terhadap bangsa Palestina dapat dihentikan. Dengan itu pula penjajahan dan pendudukan Yahudi Zionis atas tanah Palestina bisa diakhiri.
Wallahua’lam bishawab.
No comments:
Post a Comment