Oleh Neneng Sriwidianti
Pengasuh Majelis Taklim
“Imam (khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR. Bukhari)
Pengangguran tinggi, bukti negara gagal mengurus rakyat! Itulah kondisi yang terjadi di negeri ini. Hal tersebut bertolak belakang dengan hadis di atas. Seorang pemimpin dalam Islam wajib meyakini bahwa urusannya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. kelak di yaumil hisab.
Dana Moneter Internasional (IMF) melalui World Economic Outlook (April 2024) mencatat, bahwa tingkat pengangguran di Indonesia sebesar 5,2%, negeri ini menduduki juara satu dibandingkan enam negara di Asia Tenggara. Menurut IMF, tingkat pengangguran (unemployment rate) adalah persentase angkatan kerja yang sedang mencari pekerjaan. (grafis.okezone.com, 21/7/2024)
Kapitalisme Melahirkan Tingginya Angka Pengangguran
Tingginya angka pengangguran di negeri ini adalah bukti nyata gagalnya negara menyediakan lapangan pekerjaan. Penguasa mestinya berupaya untuk menurunkan angka pengangguran bahkan menghapuskannya. Karena keberadaan lapangan kerja adalah faktor penting untuk mengukur kesejahteraan ekonomi masyarakat dalam sebuah negara.
Tingginya tingkat pengangguran juga kerap dipakai sebagai barometer untuk memetakan tingkat kemiskinan rakyat. Apa yang diungkap oleh IMF, seharusnya menjadi tamparan keras bagi negeri ini. Banyak kebijakan pemerintah yang kerap bertolak belakang. Misalnya, impor yang tidak berpihak pada produk dalam negeri, beban pajak yang terlalu tinggi, dan adanya berbagai undang-undang yang lebih berpihak pada korporasi multinasional seperti UU Cipta kerja. Penguasa juga membuka selebar-lebarnya untuk tenaga asing masuk ke negeri ini, sementara warga negara sendiri menjadi TKI di negeri orang dengan berbagai resiko buruk yang dialami. Sungguh ironis.
Alhasil, dengan meningkatnya angka pengangguran, meningkat pula angka kemiskinan di negeri ini. Sebagai catatan, menurut Bank Dunia, angka kemiskinan di negeri ini per 2922 mencapai 44 juta jiwa. Angka ini akan terus meningkat, kalaulah negara masih tidak mengganti paradigma berpikirnya. Karena kemiskinan di negeri ini bersifat sistemik. Selama sistem kapitalisme masih dianut oleh penguasa, pengangguran dan kemiskinan akan selalu berkelinden.
Bukan hanya itu, pengangguran yang tinggi juga akan berefek terhadap banyaknya kejahatan. Seseorang akan menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhannya, sekalipun harus merampok, menipu, dan lain sebagainya asal menghasilkan rupiah untuk menopang hidupnya, apalagi kalau individu tadi ketakwaannya rendah.
Maka, perlu bukti apa lagi? Bahwa hukum yang diterapkan yaitu kapitalisme sekuler adalah biang kerok membludaknya pengangguran saat ini. Saatnya, bagi umat untuk segera menerapkan Islam kafah untuk mengatur kehidupannya.
Islam Mengurai Pengangguran
Islam sebagai sebuah ideologi, mempunyai aturan yang rinci untuk menyelesaikan masalah kehidupan termasuk masalah pengangguran dengan penyelesaian yang menentramkan jiwa dan memuaskan akal.
Dalam Islam, negara wajib mengurusi seluruh urusan rakyatnya dengan sungguh-sungguh karena didorong oleh ketakwaan kepada Allah Swt. Oleh karena itu, Islam memiliki konsep yang jelas untuk mengurai problem pengangguran di antaranya:
Pertama, bekerja adalah salah satu mekanisme untuk memenuhi kebutuhan. Untuk mewujudkannya, negara berperan penting untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, terutama bagi orang-orang yang terkena kewajiban untuk mencari nafkah yaitu para ayah/wali.
Kedua, negara bertanggung jawab membuka lapangan kerja dalam rangka menunaikan amanahnya sebagai pengurus rakyatnya. Selain membuka lapangan kerja, negara juga dapat memberi modal untuk mengembangkan usahanya sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Ketiga, tersedianya SDM dengan keahlian dan keterampilan yang negara butuhkan. Negara harus menyiapkan SDM baik dengan pendidikan formal maupun berupa pelatihan, pembekalan skill, maupun belajar dari negara lain. Seperti yang pernah dilakukan Rasulullah saw. yang pernah mengutus beberapa sahabat untuk mempelajari teknologi perang di Yaman.
Begitulah, kebijakan politik ekonomi Islam dalam mewujudkan lapangan kerja sehingga dapat menuntaskan masalah pengangguran di masyarakat. Kebijakan ini akan menjamin tercapainya pemenuhan semua kebutuhan pokok setiap individu. Islam sangat memperhatikan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat individu per individu, bukan kolektif atau bukan sebatas suatu komunitas yang ada di sebuah negara.
Oleh karena itu, kestabilan ekonomi suatu negara adalah solusi untuk menuntaskan masalah pengangguran. Hal tersebut tidak akan ditemukan dalam sistem kapitalisme yang rusak sejak lahir. Khilafah satu-satunya sistem yang menuntaskan pengangguran, karena khilafah adalah janji Allah Swt. dan bisyarah dari Rasulullah saw. yang mutlak kebenarannya.
Wallahu a’lam bishshawwab
Baca Artikel lainnya: MinyaKita Melangit, Rakyat Kembali Menjerit

No comments:
Post a Comment