Oleh : Nina Iryani S.Pd
Komplikasinya organ-organ tubuh Indonesia dan dunia akibat sistem sekuler salah satu dampaknya adalah mencuatnya judi online.
Dilansir dari Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan ada belasan ribu konten phishing (kejahatan digital atau penipuan yang menargetkan informasi atau data sensitif korban) berkedok judi online menyusup ke situs lembaga pendidikan dan pemerintahan.
“Di lembaga pendidikan ada 14.823 konten judi online menyusup kesana dan lembaga pemerintahan ada 17.001 temuan konten menyusup atau phishing ke situs pemerintahan dan lembaga pendidikan.” kata Budi Arie usai Rapat Terbatas mengenai Satgas Judi Online di istana kepresidenan, Rabu dikutip Kamis (23/5/2024).
Judi atau Maysir dalam bahasa Arab adalah permainan yang sangat disukai kaum jahiliyah sebelum datangnya nabi Muhammad SAW sebagai urusan pembawa risalah Islam. Mereka berjudi dengan cara bertaruh dan lotre.
Allah SWT berfirman:
“Mereka bertanya kepadamu ( Muhammad SAW) tentang khamr dan judi. Katakanlah ‘pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.”
(TQS Al-Baqarah ayat 219).
Allah SWT pun berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) shalat, maka tidakkah kamu mau berhenti?”
(Al-Maidah ayat 90-91).
Bahkan Allah SWT berfirman:
“Apakah kalian menyangka bahwa Kami menciptakan kalian sia-sia saja dan kalian tidak dikembalikan kepada Kami? Karena itulah setiap manusia memiliki tanggung jawab masing-masing. Ada tanggung jawab terhadap masyarakat jika ia seorang pemimpin, ada tanggung jawab keluarga jika ia seorang kepala rumah tangga dan ada tanggung jawab terhadap suami jika ia seorang istri. Paling tidak ada tanggung jawab terhadap diri sendiri jika ia belum berkeluarga dan tidak menjadi pemimpin bagi siapapun.”
(TQS. Al-Mukminun ayat 115).
Allah SWT juga berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. Neraka itu dijaga oleh para malaikat yang keras dan tegas. Mereka tidak mendurhakai apapun yang diperintahkan oleh Allah dan mereka selalu melakukan apa yang diperintahkan.”
(TQS At-Tahrim ayat 6).
Demikian Islam jelaskan keharaman judi dalam bentuk apapun. Sebab banyak hal yang terjadi jika masyarakat, pemerintah dan dunia menganggap judi hal biasa:
1. Hancurnya tatanan perekonomian pribadi, negeri dan dunia.
2. Maraknya stress berat, bunuh diri dan lain-lain akibat terjerat hutang berbunga akibat menyukai judi.
3. Pesatnya perceraian, hancurnya keluarga ditengah-tengah masyarakat efek dari keributan rumah tangga akibat judi.
4. Terjadinya inflasi pribadi, negeri dan negara akibat judi.
Maraknya judi ini salah satu faktor yang juga andil pemerintah yang tidak begitu serius menutup rapat situs-situs yang terafiliasi dengan judi dan penipuan ini. Meskipun kelihatannya ada upaya penanganan, namun pemerintah juga setidaknya mendapatkan pajak penghasilan dan keuntungan materi dari usaha judi online ini. Selama masih ada materi, sistem kapitalisme akan terus menyuburkan judi ini.
Berbeda dengan Islam kaffah yang diterapkan ditengah-tengah umat, Maka Amirul-mukminin akan menutup rapat perjudian dalam bentuk apapun, sehingga bekerja halal menjadi satu-satunya cara menjemput nafkah untuk mencukupi ekonomi keluarga. Negara pun mengelola SDA negeri oleh para pakar dalam negeri tanpa campur tangan kontrak atau penguasaan asing. Sehingga dana utuh bisa disalurkan untuk pendidikan dan kesehatan gratis bagi umat. Hingga sejahteralah masyarakat tanpa judi.
Saatnya kembali menuju Islam kaffah seperti masa Rasulullah SAW tinggalkan sistem kapitalis yang terbukti merusak kehidupan ini.
Wallahu’alam bissawab.
No comments:
Post a Comment