Oleh : Yuliani Zamiyrun, SE
(Penulis)
Innalilahi wa innailaihi rojiun. Kecelakaan lalu lintas, kembali terulang. Meski bukan hal baru tapi ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak.
Seperti yang terjadi di daerah Ciater, kabupaten Subang, Jawa barat, Sabtu (11/5) malam. Sebuah bus Trans Putera Fajar yang terlibat kecelakaan maut hingga menyebabkan belasan penumpang didalamnya meninggal dunia. Bus tersebut mengangkut rombongan pelajar dari SMK Lingga Kencana Kota Depok.
Kecelakaan seperti ini terjadi karena kelayakan kendaraan luput dari pengawasan. Harusnya sebelum melakukan perjalanan, kondisi kendaraan dipastikan sudah aman. Sehingga, meminimalisir adanya kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan.
Selain itu ada banyak faktor lain yang juga berpengaruh dan saling terkait dalam kasus ini. Yaitu dengan adanya harga yang mahal dari sebuah sarana transportasi. Sehingga membuat konsumen lebih memilih harga transportasi yang murah dan abai akan keselamatan. Di sisi lain, keterbatasan modal membuat pemilik sarana transportasi tidak memenuhi berbagai persyaratan agar layak jalan.
Kondisi jalan juga menjadi hal yang diwaspadai. Sebab, Medan jalan yang licin atau cuaca hujan akan memberikan pengaruh terhadap keselamatan perjalanan.
Disamping itu abainya sistem negara dalam mengontrol kelayakan transportasi menjadi salah satu faktor yang harus di evaluasi. Sebab ini menyangkut daripada keamanan dan jaminan keselamatan bagi rakyatnya.
Demikianlah realita yang ada dalam sistem negara yang menganut asas kapitalisme. Dimana pandangannya adalah materi semata. Dimana keselamatan jiwa menjadi hal yang kesekian. Ya g penting bisa mendapatkan keuntungan.
Sementara itu, Islam dalam hal menyediakan sarana transportasi ini akan memberikan biaya yang murah, yang bisa dijangkau oleh kemampuan individu. Sebab, didalam sistem Islam kemudahan akan senantiasa didapatkan oleh rakyat tanpa harus mendapatkan proses yang sulit.
Islam juga senantiasa memberikan rasa aman terhadap transportasi yang akan digunakan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk tanggungjawab negara terhadap keselamatan seluruh rakyatnya. Karena itu negara wajib memberikan pengawasan yang serius dan sungguh-sungguh termasuk membangun infrastruktur.
Islam juga menerapkan standar keamanan terbaik sesuai dengan perkembangan teknologi paling mutakhir. Juga Meminimalisir kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan. Demikianlah, jika Islam di jadikan sebagai sistem kehidupan. Bukan hanya persoalan transportasi saja yang akan mendapatkan kebaikan. Namun segala lini kehidupan kita pun akan baik. Dan jauh dari malapetaka.
Dan yang paling penting adalah Islam juga memiliki sanksi tegas bagi oknum yang lalai dari keamanan dan jaminan keselamatan rakyat. Sanksi yang akan diterapkan adalah sanksi yang tegas dan menjerakan bagi pelanggarnya siapapun itu. Wallahua’alam bishowab.
No comments:
Post a Comment