Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Game Online, Generasi, dan Kemajuan Teknologi

Saturday, May 11, 2024 | Saturday, May 11, 2024 WIB Last Updated 2024-05-11T07:09:15Z


Oleh: Siti Rusfriani Verina, S.Pd


Saat ini kita sudah memasuki zaman teknologi yang luar biasa,  semua serba canggih dan  dimudahkan dengan teknologi. Berbagai aktivitas serba  melibatkan teknologi.


Teknologi sangat berpengaruh besar pada generasi hari ini, salah satunya adalah  Handphone atau HP. Penggunaan HP yang terbanyak rata-rata dimiliki oleh generasi hari ini. 

Dalam dunia pendidikan pun, sekarang sudah melibatkan HP sebagai alat belajar online dan mencari tugas pelajaran di sekolah. 


Namun, tentunya ada dampak yang harus diwaspadai ketika pemakaian HP tidak terkontrol dan dibatasi.

Game online kini sudah mencemari beranda-beranda media sosial. Adanya game online yang berkonten kekerasan dan pornografi adalah memberi dampak negatif kepada generasi hari ini. 

Hal ini dapat mempengaruhi perilaku, karakter dan kesehatan mental mereka. 


Sudah banyak kasus yang terjadi karena dampak game online, Anak yang membunuh orang tuanya sendiri, dan kasus pornografi anak di Soetta yang dalam perkembangannya juga disangkakan sebagai kejahatan perdagangan orang dan hal negatif lainnya.


Hal ini berawal melalui komunitas game online seperti Free Fire dan Mobile Legends.

Game ini sangat berpengaruh besar pada perilaku dan karakter generasi, buktinya sudah mendatangkan kasus kriminal. Pemerintah tentunya perlu mengatasi dampak negatif dari game online ini, bersegera memblokir game online yang berkonten kekerasan dan pornografi. Agar tidak terjadi lagi kasus yang membahayakan generasi. Karena generasi penerus dan pemimpin negeri ini yang akan membangun peradaban yang cemerlang.


Generasi yang sudah kecanduan bermain game online berpengaruh pada tingkah lakunya, karakter dan kesehatan mentalnya. Apalagi game yang sudah berbau konten pornografi dan kekerasan, sangat membahayakan dan penting untuk dihilangkan. 


Game kadang juga menjadikan pemainnya lalai dalam beribadah kepada Allah, bahkan akhirnya banyak kewajiban beribadah yang ditinggalkan. 


Dalam Islam, menggunakan HP hukumnya mubah atau boleh, namun kalau menghantarkan kepada perbuatan yang haram sampai meninggalkan sholat ini menjadi haram. Seharusnya kita menggunakan waktunya dengan baik. waktu itu sangat berharga dan akan dimintai pertanggung jawaban nantinya diakhirat kelak jika kita menyia-nyiakan waktu. 


Islam memberikan rambu- rambu ini sebagaimana dalam surat Al-Ashr yang artinya: " Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran."


Beginilah sistem demokrasi hari ini, berasaskan sekulerisme yaitu memisahkan agama dalam kehidupan dan memisahkan agama dalam negara. Dalam kehidupan tidak diterapkan aturan agama secara keseluruhan, hanya spritual saja. Dalam dunia pendidikan tidak menerapkan kurikulum yang berasaskan tsaqafah Islam dengan metode ilmu untuk diamalkan atau ilmu Lil amal.

Sehingga tidak menghasilkan generasi yang memiliki kepribadian Islam, yaitu pola pikir dan pola sikap Islam. Yang bisa mengontrol dirinya dari perbuatan yang bersifat buruk, melalaikan dan membuang waktu seperti bermain game online ini.


Selain ini, dalam keluarga tidak ada pengontrolan dari orang tua. Keluarga yang utama berperan dalam pendidikan generasi.

Orang tua membentengi anak dengan tsaqafah Islam. Mengontrol anak dalam menggunakan HP, digunakan hanya untuk mencari tugas sekolah dan alat komunikasi. Tidak digunakan untuk hal yang menghantarkan kepada kemaksiatan dan kelalaian seperti bermain game dan mengakses konten -konten kekerasan dan pornografi.


Dalam Islam, Tidak hanya keluarga dan lembaga pendidikan yang berperan dalam mendidik generasi, Negara berperan dalam menerapkan aturan yang berlandaskan syariat Islam, tidak hanya tertib lalu lintas tapi juga tertib hukum Syara'. Memberikan hukuman dan sanksi  tegas yang sesuai dengan aturan Islam. 


Dalam dunia pendidikan penerapkan kurikulum yang berlandaskan tsaqofah Islam, sehingga tidak ada terjadi banyak kasus pada generasi. Masyarakat juga berperan melakukan kontrol amar Makruf nahi mungkar, jika ada terjadi pelanggaran aturan Islam dalam generasi dan masyarakat. 


Tentunya dengan mengembalikan kembali syariat Islam dalam kehidupan yang menghantarkan kepada rahmat bagi seluruh alam. Menerapkan metode dakwah Rasulullah SAW yaitu membina ketaqwaan individu, melakukan interaksi dengan masyarakat dalam rangka dakwah amar Makruf nahi mungkar.

Masya Allah, betapa sempurna Islam sebagai suatu sistem kehidupan. Tentunya jika Islam benar-benar diterapkan dalam kehidupan, akan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

 allahu a'lam bishawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update